Saturday, November 13, 2021

[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#756)

 



Chapter 756: Semuanya Menyaksikan (1)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Di luar kuil, Raon berseru bahwa ada sesuatu yang menggila. Dia terbang di sekitar kuil, tetapi berhenti dan menatap bola raksasa yang melayang di atas kuil. Kelima keping itu sekarang berwarna hitam, artinya semua orang berada dalam tes 'Kemarahan'. Raon mengatakan terjadi sesuatu pada manusianya. Eruhaben menghela napas ketika dia melihat ke mana Raon menunjuk.

Raon mengatakan bahwa manusianya sedang menggunakan banyak kekuatan kuno. Dia merasakan gelombang kekuatan yang sangat besar beberapa saat yang lalu. Raon menambahkan bahwa itu bahkan lebih buruk daripada saat Cale bertarung dengan WS di sini. Raon mengatakan bahwa meskipun itu ilusi, itu tetap saja tubuh manusianya. Raon berteriak bahwa jika manusianya pingsan, dia akan meledakkan kuil ini.

Eruhaben sakit kepala dan memijat pelipisnya. Dia bertanya-tanya apa yang dilakukan b*jingan sial itu di dalam sana, dan apakah dia menghancurkan segalanya karena itu adalah ujian tentang kemarahan. Eruhaben mempertimbangkannya dengan serius karena Cale selalu menekan emosinya tetapi habis-habisan ketika dia marah. Eruhaben melihat ke bawah dan melihat Alberu duduk di depan pintu kuil.

Dia berpikir bahwa Alberu pasti juga sedang sakit kepala, dan sudah lelah. Sehari telah berlalu sejak kelompok pertama memasuki kuil, namun kelompok pertama belum keluar kecuali Toonka. Eruhaben memandang Alberu yang kelelahan dan bergumam dengan suara penuh kesedihan dan kelelahan bahwa Alberu dan Cale adalah b*jingan yang sial dan ulet.

Sementara itu, Alberu tersenyum ketika dia mendengar laporan dari komandan kesatria yang tak Bernama (Penulis-nim, tolong, beri saja dia nama!). Komandan kesatria melaporkan hal-hal tentang sekutu mereka di kedua benua. Sebelumnya Alberu telah meminta sekutunya untuk menangkap pasukan WS yang tersisa atau 'menyelesaikannya'. Cale sudah menangkap WS dan orang-orang kuat lainnya yang memihak WS juga telah ditangkap.

Komandan kesatria kemudian berbisik kepada Alberu bahwa raja akan segera datang. Alberu mengerutkan kening karena Zed selama ini hanya menyaksikan dari belakang layar setelah dia menyerahkan sebagian besar urusan kerajaan kepada Alberu. Lalu mengapa sekarang raja malah pergi ke Puzzle City? Dia tidak bisa menyuruh raja agar tidak datang ke sini. Tetapi karena dia belum mewarisi takhta, dia tidak punya alasan untuk menghentikan raja.

Alberu tiba-tiba terpikir kalau dia seharusnya menjadi raja saja. Seandainya komandan kesatria itu dapat mendengar pikirannya, dia akan sangat terkejut mendengar hal itu. Raon dan Eruhaben turun di dekat Alberu. Raon memberi tahu Eruhaben bahwa dia belum ingin tidur, sementara Eruhaben bersikeras bahwa dia harus tidur. Raon mengatakan bahwa dia benci tidur karena baru-baru ini dia terus bermimpi, jadi Eruhaben bertanya apakah dia bermimpi buruk.

Raon mengeluarkan kue dari toples kue di sebelah Alberu dan mengangguk. Tapi dia kemudian mengatakan tidak, jadi Eruhaben bertanya tentang mimpi Raon. Raon berpikir sejenak, tetapi menggelengkan kepalanya, mengatakan bahwa itu hanya mimpi belaka. Semua orang menoleh ke Raon yang akhirnya mengucapkan kata 'Dodam.' (Dodam adalah nama yang diberikan Cale kepada Raon dalam tes penghinaan) Eruhaben bertanya apa maksudnya, dan Raon mengatakan bahwa dia tidak tahu apa artinya. Dia hanya mendengar kata 'Dodam' dalam mimpinya.

Alberu menawarkan kue baru kepada Raon dan berkata bahwa Raon pasti sangat lelah. Raon memakan kue itu dan berkata bahwa dia tidak terlalu lelah. Namun, dia memuntahkan kue itu ketika dia melihat sesuatu. Anak-anak kucing juga berlari ke arah mereka karena terkejut. Cahaya hitam di salah satu dari lima buah bola telah menghilang, dan seseorang muncul. Itu adalah Clopeh yang dengan santai melihat sekeliling dengan ekspresi serius.

Eruhaben mengatakan bahwa dia tidak menyangka kalau Clopeh adalah yang pertama lulus ujian. Alberu setuju dengannya. Mereka berpikir kalau Clopeh akan menyerah dalam ujian itu, membantu sekutu mereka, atau menemukan cara untuk menghancurkan kuil. Semua orang di luar terkejut melihat Clopeh mengeluarkan perangkat penyimpanan video otomatis yang telah dia siapkan, dan kemudian mulai menyikat giginya.

Sementara Eruhaben kebingungan dengan apa yang Clopeh lakukan, Raon mengatakan kalau kamu hanya akan merasa lelah jika kamu mencoba memahami apa yang dipikirkan pria itu. Manusianya mengatakan bahwa tidak perlu memahami Clopeh. Kedua anak kucing itu juga setuju dengan Raon. Semua orang di luar juga melihat Clopeh dan mulai mendekati kuil. Eruhaben bergumam bahwa Clopeh sepertinya tidak tahu bahwa dia sedang diawasi. Clopeh terus melakukan sesuatu dengan senyum lembut di wajahnya.

***

Cale berpaling ke kuil yang telah hancur. Alberu dan Raon menghentikan Cale agar tidak pergi ke sana. Mereka memberi tahu Cale bahwa mereka akan pergi Bersama-sama ke sana. Cale mengiyakan seraya mengepalkan batu di tangannya. Darah masih mengalir di bibirnya, dan penampilannya yang santai memberi kesan kuat bahwa sesuatu akan terjadi. Dia menoleh ke Alberu dan meminta Alberu untuk membantunya bergerak.

Alberu menghela napas dan menunjukkan punggungnya ke Cale. Alberu tidak pernah menunjukkan punggungnya kepada siapa pun dalam hidupnya, tetapi melihat Cale seperti itu, dia tidak bisa menahannya. Alberu bertanya ke mana mereka akan pergi, dan Cale bertanya apa yang dia lakukan. Alberu menoleh dan melihat Cale ditopang oleh cakar depan Raon yang montok dan melayang di udara dengan sihir Raon. (Raon, kenapa?! Kenapa kamu menghentikan Alberu menggendong Cale di punggungnya?!) Jadi Alberu berdiri dan bertanya dengan senyum cerah ke mana mereka akan pergi.

Cale mengatakan bahwa mereka harus pergi ke ruang bawah tanah kuil. Saat Cale bergerak melayang, dia melihat sekeliling dan melihat di mana-mana terjadi kekacauan. Tidak ada yang menghentikan ketiganya dalam perjalanan. Ada sebagian orang yang melihat kelompok itu, tetapi kebanyakan dari mereka adalah pengikut WS yang takut pada Cale karena dia mengalahkan WS yang bagaikan dewa. Tiba-tiba, Raon melemparkan perisai hitamnya dan sebuah ledakan segera terdengar.

Itu adalah iw!WS yang menghancurkan perisai hitam dengan Pedang Malapetakanya. Tapi debu emas menghalangi iw!WS dan kedua naga itu mengejar iw!WS dan terus menyerangnya. Mata iw!WS dan Cale bertemu, dan Cale tersenyum pendek lantas berpaling dari iw!WS. Dia mendengar Alberu bergumam bahwa sekarang riwayat iw!WS sudah tamat. Mereka menatap iw!WS yang dengan marah berteriak, “Beraninya kamu, Berani-beraninya kamu -! Hanya sekali, kamu hanya mengalahkanku sekali karena aku kelelahan-!”

Alberu tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Dia mengatakan bahwa iw!WS mengakui bahwa Cale telah menang. Alberu mengatakan bahwa dia menantikan masa depan lalu berpaling. Jantungnya berdebar kencang saat menyadari bahwa WS tidak lagi menjadi masalah. Dia juga mengerti mengapa Cale menuju ke ruang bawah tanah kuil. Dewa keputusasaan adalah satu-satunya musuh yang tersisa. Jadi Alberu terkejut melihat Cale dan berpikir bahwa dia sudah gila.

Dia melihat Cale mengepalkan batu di tangannya dan bisa menebak apa yang Cale pikirkan. Cale ingin melawan dewa. Alberu bertanya-tanya apakah mungkin bertemu dewa, atau apakah mungkin mengalahkan dewa hanya dengan sebuah batu. Tetapi Cale berbicara kalau dia punya rencana, jadi Alberu memercayai Cale. Namun, Super Rock berteriak, “Cale, Cale! Jangan bilang?” Tapi Cale mengabaikannya.

Ketika mereka tiba di pintu masuk kuil, Raon membantu Cale mendarat. Cale berpikir bahwa semakin dia memuntahkan darah, semakin dia merasa segar. Dia meminta Raon untuk menjemput CH. Mereka bisa mendengar berbagai suara pertempuran sengit di lantai atas. Atau lebih tepatnya, itu lebih mendekati penghancuran sepihak atau penindasan sepihak daripada pertempuran. Rosalyn dan CH pasti menyebabkan kekacauan di lantai atas.

Raon mengatakan bahwa dia akan melakukannya, tetapi dia akan menghancurkan segalanya jika manusianya melakukan sesuatu yang bodoh. Cale tersentak melihat tatapan mata Raon yang bahkan lebih ganas dari mata WS. Cale berkata ya, dan Raon pergi untuk menjemput CH. Alberu bertanya pada Cale apa yang akan dia lakukan. Cale dengan percaya diri menjawab bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi padanya karena dia hanya akan melakukan percakapan singkat dengan SG. Dia meminta Alberu untuk mencegah siapa pun memasuki pintu masuk ruang bawah tanah.

Keduanya berbincang sebentar. Alberu kemudian dengan ringan menendang perut iw!WS yang jatuh dan memegang tombaknya sebelum menyuruh Cale pergi. Cale berterima kasih kepada Alberu dan mengatakan bahwa tidak ada yang akan menyerangnya karena dia akan sekadar berbicara dengan dewa. Alberu percaya dan menambahkan agar jangan sampai terluka dan kalau dia akan memasuki ruang bawah tanah jika Cale tidak keluar setelah 5 menit. Dia mengatakan bahwa Cale luar biasa karena bisa membuat seorang putra mahkota menunggu.

Cale menuruni tangga dan suasananya menjadi lebih senyap. Hanya obor sihir yang menerangi tempat itu, tetapi saat dia berjalan, obor itu berangsur-angsur menghilang dan sebuah ruang yang hanya dipenuhi kegelapan pun muncul. Cale berhenti dan sepasang mata merah menyambutnya. Itu adalah mata dewa tersegel. Cale bertanya apa yang ingin dibicarakan SG. SG mengatakan bahwa Cale langsung pada intinya.

Cale berpikir itu wajar karena dia tidak punya apa-apa untuk dibicarakan dengan SG. Dia hanya ingin tahu kesepakatan seperti apa yang diinginkan SG. Sementara itu, Super Rock memberi tahu Cale, “Cale, Cale! Rilekskan genggamanmu! Telapak tanganmu bisa tergores! Batu itu bisa melukaimu!” Cale diam-diam menatap sepasang mata merah itu, dan SG setuju untuk langsung ke intinya. SG dengan tenang berbicara kepada Cale agar mengeluarkan 'dirinya'.

SG mengatakan bahwa jika Cale menyegelnya dengan kemampuan Embrace dan membawanya keluar dari kuil, dia akan memberi Cale info tentang para pemburu. Dia juga akan menjaga Cale dan orang-orang di sekitarnya tetap aman. SG mengatakan dia bahkan bersedia untuk bersumpah. Dia bisa memanggil Dewa kematian dan membuat sumpah kematian. SG melanjutkan bahwa mungkin sulit untuk dipercaya, tetapi dia serius dan semua yang dia katakan adalah benar. Namun, Super Rock berteriak, “Ah, Cale! Rilekskan genggamanmu! Telapak tanganmu bisa tergores!”

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 755        

>>>            

Chapter 757

===

Daftar Spoiler 


Sunday, October 31, 2021

Remarried Empress (#267) / The Second Marriage

 



Chapter 267: Berapa Lama Cinta Akan Bertahan (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

"Apa yang ada di kepalamu yang cantik?"

Heinley menatap Navier saat dia tidur.

Saat makan malam, dia terlihat sangat imut saat dia mengaduk kacang polong sehingga dia ingin mengingat adegan itu dan menyimpannya dalam hati.

Sekarang dia memiliki ekspresi yang sangat serius. Dia pasti tidak memikirkan sesuatu yang baik.

Heinley sangat ingin tahu setiap kali Navier membuat ekspresi itu. Apa yang dia pikirkan? Mengapa dia memiliki ekspresi yang begitu serius?

Dengan ringan dia mencium pipi, telinga, dan pelipis Navier saat dia tidur. Kemudian dia mengusapkan dahinya ke bahu Navier.

"Aku mencintaimu."

Dia berbisik lembut di telinganya, tetapi tidak mendapat jawaban.

"Aku mencintaimu."

Tetap saja, Heinley berbisik di telinganya.

Lagi pula, jika dia bangun, dia juga tidak akan memberinya jawaban. Itu tidak canggung sama sekali.

“Aku ingin mendiami hatimu, bahkan hanya untuk sehari.”

Heinley menempelkan telinganya ke dada Navier. Detak jantungnya sangat menenangkan.

Kali ini, dia mengangkat tangan kirinya dan meletakkannya di atas jantungnya sendiri. Jantungnya berdetak satu mil per menit.

Heinley terkekeh pelan.

"Jadi, bisakah Ratuku percaya pada hatiku juga?"

Dia dengan ringan mencium bahu Navier dan, sayangnya, harus bangun dari tempat tidur.

Dia ingin diam di tempat tidur di sebelahnya, tetapi dia punya pekerjaan yang harus dilakukan.

Setelah menyelimutinya dengan seprai, dia mencium pipi Navier untuk terakhir kalinya dan diam-diam meninggalkan kamar pengantin.

Mastas, yang menguap sambil bersandar di dinding koridor, menyesuaikan posturnya dengan mata mengantuk.

"Yang Mulia, Anda memanggil saya?"

"Apakah kamu beristirahat dengan baik akhir-akhir ini?"

Heinley bertanya sambil tersenyum, dan turun tanpa mendengar jawaban.

Setelah beberapa saat, mereka tiba di kantor di mana lampu dimatikan. Kesatria penjaga kekaisaran yang menjaga tempat itu segera menyalakan lampu dan membuka pintu.

Mastas terus bertingkah seperti wanita bangsawan tanpa etiket, menguap atau meregangkan punggungnya. Namun, begitu pintu ditutup, dia segera meluruskan posturnya dan menatap Heinley.

Ada banyak kesatria setia di pasukan pengawal kekaisaran, tetapi hubungan Heinley dengan Kesatria Bawah Tanah lebih istimewa.

Heinley memercayai Kesatria Bawah Tanah, yang telah dia bentuk dan besarkan sejak dia menjadi seorang pangeran, lebih dari pasukan pengawal kekaisaran. Kepercayaan ini sering tercermin dalam perintah rahasia.

Itulah yang terjadi sekarang.

Heinley duduk di mejanya dan bertanya,

“Masta. Apakah kau tahu tentang insiden dengan saudara iparku? ”

“Bagaimana mungkin saya tidak tahu? Bagaimana mungkin saya tidak tahu tentang kejadian yang begitu menyusahkan Permaisuri?”

Mastas menanggapi dengan mendengus dan Heinley mengerutkan kening.

Setelah itu, Mastas berbicara tentang betapa sulitnya insiden itu bagi Navier. Dia juga berbicara dengan antusias tentang tekad luar biasa yang ditunjukkan Navier dalam menghadapinya.

Heinley mendengarkan dengan saksama. Begitu Mastas selesai berbicara, dia menghela napas dan bergumam.

"Ya. Bahkan dengan saudara iparku di Compshire, aku tidak dapat beristirahat dengan mudah. Hanya karena dia pergi dengan patuh sekarang bukan berarti semuanya sudah berakhir. Masih banyak sisa-sisa orang yang mendukungnya.”

Meskipun dia mengancam Duke Zemensia dan berhasil menghentikan tindakan langsungnya, dia tidak dapat menjamin bahwa mereka semua akan diam saja.

"Jika aku menyingkirkan semua orang sekaligus, rumor aneh kalau aku meracuni saudaraku akan tumbuh lebih kuat."

"Dan kita tidak tahu siapa sebenarnya yang memulai rumor itu."

“Makanya kita harus berhati-hati. Rumor adalah cara untuk mengalihkan perhatian. Mereka memutuskan untuk menundukkan kepala untuk saat ini, tetapi kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh para pendukung kaka iparku.”

Mastas mulai berpikir, 'Tapi untuk apa Yang Mulia memanggil saya?'

Meskipun dia memanggilnya larut malam karena dia seharusnya punya sesuatu untuk diperintahkan padanya, dia hanya mengeluhkan situasinya.

Tapi ini baru pembukaan.

“Masta. Kita harus menyerang ancaman tersembunyi ini, kan?”

"Tentu saja, Yang Mulia."

"Jadi apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan untuk memastikan saudara iparku agar tidak kembali untuk menyiksa Ratuku? ”

“Kejar dan bunuh dia? Saya bisa menyamar sebagai bandit.”

Tanggapan Mastas sangat keras, tanpa menghormati mantan ratu.

Ini adalah perbedaan antara pengawal kekaisaran dan kesatria pribadi Heinley.

Tidak seperti pengawa kekaisaran, kesatria pribadi Heinley memperlakukan mantan raja dan mantan ratu tanpa ampun dan tanpa rasa hormat.

Heinley tersenyum lembut dan menjawab, "Tidak."

“Jadi, mengancamnya? Anda tidak tahu apa yang akan terjadi pada Anda jika seseorang dengan ceroboh menyebarkan desas-desus palsu lagi.”

Heinley menggelengkan kepalanya.

“Itu tidak aman.”

Heinley menganggap Christa sebagai wanita bangsawan yang punya harga diri tinggi, jadi dia mengira Christa akan pergi ke Compshire begitu skandal itu menyebar. Namun, Christa membuat langkah tak terduga yang bertentangan dengan harapan semua orang. Heinley tidak ingin lengah lagi dengan mengandalkan asumsi yang tidak jelas.

"Jadi…"

Mastas akhirnya terdiam.

Dia tidak ingin membunuhnya. Dia tidak ingin mengancamnya. Tapi dia juga tidak ingin membiarkannya begitu saja. Bagaimanapun, dia tidak tahu harus berbuat apa.

“Ada orang-orang di pihak kakak iparku ketika dia berbohong, orang-orang yang bahkan mengatakan mereka akan mengikutinya ke Compshire sekarang, kan? ”

"…Ya."

“Ketika mereka berada di mansion bersama kakak iparku, pastikan untuk menutup semua pintu dan jendela untuk mencegah mereka keluar.”

"!"

Mastas memandang Heinley dengan heran. Apakah dia ingin mengunci mereka semua?

Heinley menambahkan dengan tangan di dagunya.

“Blokir pintu dan jendela, tetapi pastikan juga tidak terlihat seperti itu dari luar. Harus terlihat seolah-olah mereka tidak akan keluar karena mereka tidak mau.”

"Ya…"

“Air, minuman enak, alkohol, dan makanan enak. Pastikan mansion dipenuhi setiap hari dengan hal-hal ini. ”

Heinley bergumam dengan senyum lebar.

"Aku akan menjaganya dengan baik."

***

Ketika aku terbangun di tengah malam, aku tidak merasakan kehangatan yang biasa aku rasakan. Ini jarang terjadi sejak aku tidur di sebelah Heinley.

Meskipun terasa hangat di bawah selimut, itu tidak bisa dibandingkan dengan kehangatan Heinley. Aku berguling-guling di tempat tidur sampai akhirnya aku memutuskan untuk bangun, memakai sandalku, dan pergi ke koridor.

Tentu saja, dia bukan anak kecil, dan ada banyak penjaga di sekitarnya. Bahkan jika kakinya terkilir, dia akan segera dirawat. Tetap saja, aku khawatir.

"Apa kamu tahu ke mana Yang Mulia pergi?"

"Beliau pergi ke kantornya."

Dia pergi bekerja pada jam segini?

Mendengar jawaban kesatria itu, aku turun perlahan.

Tetapi tidak perlu pergi ke kantornya karena aku bertemu Heinley di tangga.

“Ratuku?”

Melihatku, Heinley bergegas menaiki tangga, melepas jubahnya dan mengenakannya padaku.

"Udaranya dingin, kenapa kamu keluar."

Aku setengah berbohong.

“Karena aku tidak melihatmu…”

Aku bangun karena aku tidak bisa merasakan kehangatannya, dan aku malu untuk mengatakan kalau aku keluar karena aku mengkhawatirkannya.

“Kamu bisa masuk angin. Malam masih dingin.”

Dingin di cuaca seperti ini?

“Kenapa kamu begitu khawatir?”

“Karena aku sangat peduli padamu.”

Heinley berbisik dan memelukku erat-erat.

***

Di Kekaisaran Timur, perjamuan diselenggarakan untuk menyambut cuaca yang hangat.

Untuk merayakan cuaca hangat ini, para bangsawan menghadiri jamuan makan dengan mengenakan pakaian tipis.

Namun, ini hanya alasan untuk menyelenggarakan perjamuan.

Pada kesempatan ini perjamuan diselenggarakan oleh Sovieshu untuk mengamati Elgy.

Sovieshu berbaur dengan para tamu sambil melirik ke samping ke arah Elgy.

Tapi tidak ada yang aneh dari Duke Elgy. Dia tampak seperti playboy masyarakat kelas atas biasa.

Namun, tepat ketika Sovieshu meletakkan gelas kosong di atas nampan pelayan dan akan mengambil yang baru.

Dia mendengar teriakan rendah di dekatnya, "Ya, ampun!"

Melihat ke belakang, tidak jauh, seorang wanita muda dengan rambut cokelat tua pendek sedang melihat gaunnya dengan wajah malu.

Bagian dari gaunnya tampak basah sementara gelas berguling di lantai di sebelahnya.

Rupanya, minumannya tumpah ke gaunnya saat dia menjatuhkan gelasnya.

"Apa yang harus saya lakukan?"

Wanita muda itu bergumam seolah-olah dia dalam masalah dan melihat sekeliling, seolah mencari seseorang untuk membantunya. Tatapannya segera beralih ke Sovieshu.

“?”

Apakah wanita muda itu memintaku untuk membantunya? Sovieshu menganggapnya tidak masuk akal. Aku, Sang Kaisar?

Dia tampaknya tidak berada di bawah pengaruh alkohol …

Sovieshu memerintahkan pelayan, yang ada di sebelahnya, untuk membantu wanita muda itu.

Wanita muda itu adalah Rivetti. Dia sengaja menumpahkan minuman ke gaunnya untuk menarik perhatian Sovieshu.

Meskipun ayah dan saudara laki-lakinya mengejeknya, dia mempertahankan tekadnya yang kuat untuk merayu Sovieshu demi membalas Navier.

Namun, Sovieshu mengalihkan perhatiannya kembali ke Duke Elgy tanpa memikirkannya lagi, jadi Rivetti sedih.

Kecuali beberapa orang dengan mata yang bagus, sisanya hanya tertawa dan mengabaikan upaya Rivetti untuk 'menarik perhatian Kaisar'. Sejujurnya, para pelayan bahkan tidak tahu apa yang Rivetti coba lakukan.

Tapi Rasta tidak.

Rashta memelototi Rivetti. Dia membenci Rivetti, jadi dia melihat semua tindakannya 125 kali lebih menjijikkan.

Dia mencoba merayu suamiku dengan akting buruk itu!

Rashta sangat marah.

Meskipun telah menjadi Permaisuri, dia tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Rivetti di jamuan makan.

Tentu saja, dia juga tidak bisa menyerang Rivetti setelah jamuan makan karena Viscount Roteschu akan tahu.

Ketika tatapan mereka bertemu, Rivetti mengerutkan kening dan memalingkan wajahnya. Dia sama sekali tidak sopan kepada permaisuri.

Rashta menggertakkan giginya dan menyesali bahwa dia tidak bisa menyingkirkannya sekarang, tetapi kemudian sebuah ide muncul di benaknya.

Mengapa Viscount Roteschu tidak menghancurkan putrinya dengan tangannya sendiri?

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 266                

>>>             

Chapter 268

===

Daftar Chapters 


Remarried Empress (#266) / The Second Marriage

 



Chapter 266: Berapa Lama Cinta Akan Bertahan (1)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Itu hanya ciuman kecil. Tetapi dalam sekejap mata, dia mengendalikan situasi dengan liar.

Sebelum aku sadar aku sudah berada di atas pahanya, Sebelum aku sadar aku sudah berbaring di atas meja dan Sebelum aku sadar Heinley sudah berada di bawahku

Aku kehabisan napas. Melihat lehernya ditutupi dengan tanda merah di sana sini, aku pikir aku sudah gila.

Begitu Heinley memperhatikan ke mana arah pandanganku, dia tersenyum dan menggodaku.

"Kupikir aku mendengar kalau kita tidak seharusnya meninggalkan tanda di tempat yang bisa dilihat?"

Muridku, yang biasa meninggalkan seratus tanda padaku sebelum dia menyadarinya pertama kali, tampak sepenuhnya sadar meskipun dia menciumku dengan intens.

Saat dia membelai telingaku dengan nakal, aku mencoba bangkit dari dadanya, tetapi dia melingkarkan lengannya di sekitarku dan menarikku lebih dekat dengannya.

"Maaf. Kau dapat meninggalkan tanda, jadi teruskanlah.”

Mengusap hidung, bibir, dan lehernya dengan jari-jariku, aku menggelengkan kepalaku dan berdiri.

“Kita belum makan malam.”

"Apakah kamu ingin makan malam sekarang?"

"Bangun."

Aku meraih tangannya untuk membantunya berdiri, Heinley berkata dia akan mencuci wajahnya terlebih dahulu.

Heinley muncul setelah beberapa saat dengan ekspresi sedih saat aku duduk di meja.

Aku menganggapnya lucu, tetapi aku tidak menggodanya. Aku agak bisa mengerti bagaimana perasaan Heinley.

“Ratuku, terkadang kamu tampak seperti dewa yang suka bermain-main yang memegangku di telapak tangannya hanya untuk melihat reaksiku. Apakah kamu tahu itu?"

"Jika Imam Besar bisa mendengarmu, dia akan datang saat ini juga untuk memutuskan pernikahan."

Meskipun itu bukan lelucon, Heinley tertawa terbahak-bahak. Saat aku menyeka mulutku dengan serbet dan menatapnya, mau tak mau aku merasa sedikit konyol.

Aku suka dia menertawakan leluconku. Hanya sedikit orang yang mengerti dan bereaksi terhadap leluconku.

Merasa lebih baik, tanpa sadar aku tersenyum.

“Ratuku. Apa yang kamu katakan … sebelumnya, bisakah kamu mengulanginya?”

"Jika Imam Besar bisa mendengarmu, dia akan datang saat ini juga untuk memutuskan pernikahan."

"Tidak, bukan itu."

Kali ini aku tidak benar-benar bercanda. Heinley tertawa terbahak-bahak lagi. Bahunya bergetar saat dia menekankan tinjunya ke bibirnya, dan matanya melengkung menjadi bentuk bulan sabit.

"Maksudku sebelum kita berciuman."

Kurasa yang dia maksud adalah saat aku bergumam, 'Kamu milikku'. Aku buru-buru mengambil garpu dan mengaduk kacang polong dengan pelan. Aku mengatakannya karena sedang bersemangat saat itu. Aku malu untuk mengatakannya secara sadar.

“Ratuku?”

“Aku tidak ingat…”

"Kamu bilang aku milikmu."

Oh, baik sekali dia. Heinley, yang secara sukarela menyegarkan ingatanku, sekali lagi bersikeras.

"Sekarang aku sudah mengingatkanmu, katakan padaku."

Seberapa sulitkah untuk mengulangi kata-kata itu? Tapi melihat matanya begitu cerah, sangat sulit bagiku untuk memberitahunya.

Saat aku mengaduk kacang polong lagi karena malu, Heinley mengubah arah pertanyaan.

"Sekarang apakah kamu siap untuk menerima hatiku?"

"Aku tidak yakin."

“…”

"Tapi aku pikir tidak baik untuk tetap menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak kamu inginkan ..."

Aku hendak bilang aku sedang tidak enak badan.

Tapi sebelum itu, tatapan kami bertemu. Heinley tampaknya senang dengan komentar ini saja. Dia tersenyum lebar, dia pasti mengartikan kata-kataku sebagai pertanda positif.

Melihat ekspresi imut itu, aku benar-benar penasaran. Aku bahkan tidak terlalu baik padanya. Bagaimana aku bisa mendapatkan pria seperti itu sebagai seorang suami?

Namun…

Aku tersenyum sedikit padanya dan mengalihkan perhatianku kembali ke kacang polong.

Aku pikir Heinley mencintaiku. Mustahil untuk tidak memperhatikan dari cara dia menatapku dan berperilaku.

Tetapi sulit bagiku untuk membayangkan bahwa Heinley akan menerimaku apa adanya selamanya. Maaf, tapi aku tidak percaya pada cinta yang tak lekang waktu, apalagi cinta abadi.

Akan mudah untuk menerima hati Heinley. Aku sudah dipenuhi cintanya. Buket yang dia berikan padaku semakin besar setiap hari sampai aku hampir tidak bisa melihat tebing di depanku.

Satu langkah. Hanya satu langkah lagi, dan aku akan jatuh cinta padanya.

Tapi setelah itu apa yang akan terjadi selanjutnya? Semakin tinggi, tidak diragukan lagi, semakin menyakitkan jatuhnya. Cinta Heinley begitu manis sehingga akhirnya akan lebih pahit. Itu akan jauh lebih menyakitkan daripada dengan Sovieshu.

Tidak baik untuk berpegang pada harapan bahwa dia hanya akan mencintaiku selama sisa hidupnya. Lebih baik bersiap untuk yang terburuk.

Jadi lebih baik menjaga jarak sekarang. Menjaga jarak akan membuatnya tidak terlalu menyakitkan jika kamu jatuh cinta dengan orang lain.

Christa adalah contoh yang tepat. Dia cukup pintar untuk mendapatkan dukungan dari banyak bangsawan, tetapi pada akhirnya, dia akhirnya menghancurkan dirinya sendiri demi cinta.

Bahkan jika dia membenciku, Christa tidak akan mengungkapkannya jika dia tidak mencintai Heinley. Daripada menjadikanku musuh bebuyutan, dia akan menggunakan wasiat terakhir mantan raja sebagai perisai, berpegang teguh pada posisi mantan ratu yang menyedihkan.

Aku tidak ingin melalui itu.

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 265              

>>>             

Chapter 267

===

Daftar Chapters