Wednesday, December 15, 2021

[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#768)




Chapter 768: Lahirnya Seorang Pahlawan? (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Deruth meneriakkan nama Cale yang menganggap ini masalah besar. Orang-orang memberi jalan bagi Deruth yang berlari menuju Cale, meninggalkan semua martabatnya sebagai bangsawan dan seorang Duke. CH menggigit bibirnya saat melihat itu, mengatakan 'Tidak bisa seperti ini. Cale setuju dengan CH, berpikir kalau dia tidak ingin bertemu ayahnya seperti ini. Cale tahu kalau dirinya dalam kondisi baik terlepas dari penampilannya.

Cale ingin CH bergerak, tetapi CH tidak melakukannya. Bahkan Toonka berhenti dan menatap Deruth. Toonka menggigit bibirnya seolah menekan kesedihannya. Pada akhirnya, Deruth mencapai Cale dan tangannya yang gemetar menyentuh Cale. Cara tangannya yang gemetar dan menyentuh Cale dengan sangat hati-hati membuatnya tampak seolah-olah dia takut melukai Cale. Sementara itu, Cale bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan sang Duke, dan mencoba mengangkat kepalanya untuk menunjukkan kalau dia baik-baik saja, tetapi dia tersentak.

Karena Deruth memeluk tubuh Cale di punggung CH. Semua orang terdiam saat melihat seorang ayah memeluk anaknya yang terluka. Namun keheningan itu tidak berlangsung lama. Seseorang berkata kalau situasinya pasti serius, dan orang-orang bergosip. Perwakilan dari negara lain secara diam-diam melaporkan ke negara mereka bahwa putra mahkota dan Cale berada dalam kondisi kritis sehingga bahkan Saint (Jack) pun ketakutan. Bahkan wilayah-wilayah di Roan menerima laporan itu.

Deruth kemudian berbisik kepada Cale kalau dia tahu Cale sudah bangun. Cale tersentak dan mencoba berbicara, tetapi Deruth membungkamnya. Deruth berbicara dengan suara menakutkan yang belum pernah didengar Cale sebelumnya, “Oke. Terus saja terluka seperti ini.” Cale kebingungan, tetapi ayahnya menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa-apa, jadi dia diam. Deruth mengatakan kalau dia akan mengurus semuanya, jadi Cale hanya perlu memercayai orang tuanya. Cale cukup tetap diam.

Cale ingin menjawab tentang istirahat yang dipaksakan itu, tetapi dia tahu tentang para pemburu dan Billos. Meskipun dia bertanya-tanya apa yang bisa dia lakukan untuk Billos sekarang. Jadi dia memutuskan untuk saat ini kalau dia akan beristirahat dan tidak melakukan apa-apa. Deruth melepaskan pelukannya dan berkata kepada Cale agar tetap diam. Cale merasakan hawa dingin dari suara Deruth. Duke pasti menyadari kalau Cale sebenarnya baik-baik saja. Cale bertanya apa yang akan terjadi jika dia tidak diam. Deruth mengatakan kalau dia akan menjadikan Cale sebagai penguasa wilayah (sang duke).

Cale terkejut dan ingin berdiri untuk bertanya apa maksud Deruth. Tapi dia tidak bisa karena dia disuruh diam (Kamu anak yang penurut, Cale). Deruth menahan tawanya lantas berteriak kepada CH dan meminta maaf karena telah menunda mereka. Deruth kemudian menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan meneriakkan nama Cale. Cage menyangga Deruth, mengatakan kalau mereka pasti akan menyelamatkan Cale. Dia mendesak CH dan Toonka agar bergegas.

Toonka melihat sang duke menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dan bahkan bersandar pada Cage tanpa daya, jadi dia marah dan berteriak kepada semua orang untuk membukakan jalan. Jack mencoba mendekati Cage sambil terlihat kebingungan, tetapi Hannah menghentikannya, jadi Jack mengikuti Clopeh yang membawa Alberu. Desas-desus menyebar tentang ekspresi Jack, kalau itu pasti gawat jika Saint seperti dirinya dengan kekuatan penyembuhan yang hebat tampak 'susah'. Mereka mengatakan kalau memang tidak masuk akal bagi seseorang yang menikam jantungnya bisa baik-baik saja.

Seorang tentara mengatakan kalau siapa pun yang melakukan itu biasanya akan… Tetapi mereka bungkam karena mereka tidak ingin mengatakan apa yang dia maksudkan itu. Prajurit lain menegur mereka karena mengatakan itu, karena hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Tapi cengkeraman mereka pada tombak mereka bergetar karena mereka tidak bisa menyembunyikan kecemasan mereka. Warga Roan juga cemas. Mereka terus menyaksikan kelompok Cale memasuki paviliun balai kota yang dijaga ketat. Toonka dan Litana tidak diizinkan masuk karena mereka adalah orang asing, tetapi Jack dan Hannah diizinkan demi 'perawatan'.

***

Cale diberi piyama yang disiapkan oleh CH. Setelah CH memeriksa suhu air di bak mandi, dia pergi dan berkata kalau dia akan berjaga di dekat pintu. Ron tersenyum lembut pada Cale, tetapi matanya tampak galak. Ini adalah pertama kalinya Cale melihat mata Ron seperti itu, seolah-olah dia telah menjadi mangsa Ron. Cale berpikir kalau Ron adalah lelaki tua yang menakutkan, dan kalau dia akan diperas seperti lemon jika dia melakukan kesalahan.

Ketika Cale keluar dari kuil melalui lubang, dia melihat sekutunya kecuali Ron, Beacrox, dan Lock. Tetapi ketika mereka memasuki balai kota, Ron menyapa mereka dan membawa Cale ke salah satu kamar tidur di lantai atas paviliun. Ron berkata kalau dia harus menanggalkan pakaiannya dan menyeka darahnya. Cale berkata kepada Ron kalau mereka harus pergi menemui Raon dan memeriksa para naga dan Rosalyn.

Akan lebih mudah untuk bersembunyi di kastil hitam daripada di tempat ini. Cale sekarang mengerti apa yang direncanakan Alberu. Alberu mungkin ingin tetap waspada dan menanggapi apa yang akan terjadi ketika protagonis pertempuran itu tidak ada untuk sementara waktu. Atau mungkin dia ingin menyapu mereka yang mencari kekuasaan. Atau mungkin karena raja. Jadi mereka perlu memberi tahu publik kalau mereka dalam kondisi 'kritis'.

Ekspresi Cale menjadi cerah ketika dia berpikir kalau dia harus berpura-pura dalam kondisi kritis dan akan dapat melakukan berbagai hal dengan tenang. Tapi dia mendengar suara tawa dan memandang Ron. Ron tersenyum menakutkan ketika dia menatap bekas luka mengerikan di dada Cale. Tato perisai dan jantung itu sekarang hampir tidak terlihat karena bekas luka yang mengerikan. Jadi Cale mengetuk bekas luka itu dan dengan acuh tak acuh mengatakan kalau itu adalah medali / lencana. Ron terdiam ketika Cale berjalan menuju bak mandi.

Ron menghela napas dan keluar, mengatakan kalau dia berharap tuannya akan menghilangkan rasa lelahnya. Cale mencuci wajahnya dan Super Rock bertanya apakah dia baik-baik saja sekarang. Cale memandangi cermin besar di ruangan itu dan melihat bekas luka yang mengerikan. Tapi tubuhnya terasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Seolah-olah pohon dunia telah memberinya kekuatan. Tubuhnya penuh vitalitas, sehingga dia akan dapat melakukannya dengan baik jika dia berolahraga. Tapi Cale jelas tidak berniat melakukan latihan kekuatan, atau belajar ilmu pedang atau seni bela diri.

Merasa segar setelah mandi, Cale keluar dari kamar dan bertemu dengan Ron yang menyuruhnya untuk berbaring. Ron menutupi Cale dengan selimut hingga lehernya, dan menuangkan limun dari ketel ke dalam cangkir teh. Cale teringat kalau CH ada di luar pintu kamar, dan Alberu dan Mary berbaring di kamar di samping Cale. Clopeh dan Cage juga ada di sana.

Hanya Cale dan Ron yang ada di kamar tidur yang nyaman itu. Meskipun Cale berpikir rasanya seperti tercekik alih-alih nyaman. Ron meletakkan limun hangat di meja samping dan melaporkan kalau Violan akan segera datang bersama Basen. Cale menghela napas dan bertanya tentang Alberu dan Mary. Ron menjawab kalau Tasha sedang merawat mereka, dan keduanya hanya kelelahan.

Ron menambahkan kalau raja juga ingin bertemu Cale. Cale terkejut karena dia tidak tahu mengapa raja ingin menemuinya. Tapi dia tahu kalau Zed entah bagaimana berhubungan dengan para pemburu. Dia mengerutkan kening ketika dia mengingat Hilsman palsu yang adalah seorang Thames dan berpikir kalau ada banyak orang yang dia perlu temui. Dia juga perlu menemukan dan berbicara dengan Billos. Cale berdiri dan berkata kalau dia akan pergi jika raja memanggilnya.

Tapi dia mendengar tawa lembut dan melihat Ron mencabut belatinya untuk memotong kue menjadi dua. Ron bergumam, “Raja itu. Apakah dia lebih berharga dari hidupmu?” Cale merasa Ron menakutkan dan berbalik, tetapi sebuah ketukan terdengar dan pintu terbanting terbuka. CH segera masuk diikuti oleh Rosalyn. Rosalyn tampak pucat dan berkata kalau Mila sedang mencari Cale. Cale berdiri dan menyuruh Ron untuk membawakan jubahnya. Rosalyn melanjutkan kalau Eruhaben dalam bahaya. Cale teringat bayangan Eruhaben yang jatuh.

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 767    

>>>            

Chapter 769

===

Daftar Spoiler 


[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#767)




Chapter 767: Lahirnya Seorang Pahlawan? (1)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Kesatria yang menjaga pintu masuk ke balai kota melihat perisai perak yang cemerlang perlahan-lahan memudar dan menghilang. Para prajurit bersorak karena pertempuran panjang itu akhirnya berakhir. Hanya beberapa hari lagi tersisa di tahun ini, tetapi matahari sangat hangat hari ini, dan angin terasa lebih menyegarkan alih-alih dingin. Seniornya tersenyum cerah dan melihat Cale Henituse di atas langit. Senior itu mengatakan bahwa bagaimanapun juga, perisai itu tidak hancur. Kesatria itu sepakat dengan seniornya dan mengatakan bahwa seperti yang diharapkan, sang komandan bertahan sampai akhir.

Kesatria itu teringat kalau situasi sebelumnya menakutkan, dengan semua ledakan dan angin. Tetapi perisai mage dan perisai Cale membuatnya mustahil untuk melihat apa yang terjadi di atas. Namun demikian, orang-orang senang karena perisai sang komandan melindungi mereka. Kesatria itu berseru kalau perisai itu tidak bisa dihancurkan, tetapi seniornya menegang. Kesatria itu merasa bergidik dan menoleh. Dia membeku ketika dia melihat Duke Deruth dan Basen menyangga ayahnya.

Basen buru-buru pergi ke Puzzle City setelah mendengar kalau sang Duke pingsan. Deruth tersenyum pada kesatria itu, tapi matanya tidak tersenyum. Kesatria itu menelan ludah ketika dia teringat kalau sang Duke pingsan ketika dia melihat Cale menusuk jantungnya. Deruth dengan lembut bertanya kepada kesatria itu apakah seseorang yang banyak mengeluarkan darah dan memiliki penampilan yang berantakan adalah seseorang yang baik-baik saja.

Deruth dikenal kaya, peduli pada keluarga dan wilayahnya, dan memiliki kepribadian yang baik. Tetapi perspektif tentang dirinya berubah setelah semua yang telah dilakukan Cale. Meski begitu, dia dikenal sebagai orang yang lembut. Tapi sekarang, kesatria itu memperhatikan kalau sang Duke terlihat dingin dan galak. Sang Duke tampak kelelahan dan dalam kondisi yang buruk, tetapi matanya sangatlah dingin. Kesatria itu meminta maaf, dan Deruth menepuk bahu kesatria itu, memberitahunya untuk mengingat bahwa dia adalah ayah Cale. Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya seperti itu.

Deruth berjalan melewati kesatria itu dan berbicara dengan Basen yang memiliki ekspresi mirip seperti Deruth. Deruth mengatakan bahwa ada orang yang tidak melihat mereka yang terluka karena mereka disibukkan dengan kelangsungan hidup mereka. Hilsman dan orang-orang dari keluarga Henituse yang berada di sekitar Duke dan Basen tidak menunjukkan ekspresi apa pun di wajah mereka.

Duke bertanya kepada Basen tentang moto keluarga mereka, dan Basen menjawab dengan mudah. Deruth menatap Cale dan berkata bahwa mungkin seseorang di keluarga mereka akan mencatatkan nama mereka dalam sejarah untuk pertama kalinya. Jadi mereka harus melindungi hal-hal setelahnya. Deruth memanggil Hilsman (yang asli) dan meminta untuk bertemu raja secara langsung. Hilsman menelan ludah ketika dia tahu bahwa Deruth adalah orang yang sangat baik, tetapi Deruth sekarang memancarkan aura yang garang.

Hilsman berpikir bahwa Cale mewarisi kepribadiannya dari Duke. Cale juga lebih mirip Violan daripada Drew. Deruth menyuruh Basen pulang dan semua orang tertegun. Dia mengatakan kepada semua orang kalau mereka tidak perlu lagi mengkhawatirkan situasinya. Dia hanya akan pergi dan melihat wajah putranya. Basen mematuhi ayahnya dan pergi untuk memberi tahu ibunya.

Sementara itu, Cale menyentuh bagian belakang kepalanya ketika dia tiba-tiba merasakannya merinding. Raon melaporkan bahwa semua orang dalam keadaan stabil dan hanya kelelahan karena penggunaan mana yang berlebihan. Mila dengan lemah mengatakan bahwa itu bukan masalah besar. Dia adalah satu-satunya naga yang tidak pingsan. Mila menggendong Dodori dalam pelukannya. Cale memandang Dodori dan wajah pucat Mila, mengatakan bahwa itu adalah masalah besar (untuk Cale). Mila tersenyum dan Cale menyuruh Raon untuk segera membawa para naga dan Rosalyn ke kastil hitam.

Membawa mereka ke balai kota akan menyebabkan situasi yang merepotkan, terutama ketika putra mahkota sedang tidak sadarkan diri. Raon mengikuti perintah Cale dan membawa Rosalyn dan para naga ke kastil hitam. Cale berjalan ke Alberu dan Mary, dan berpikir kalau dia harus meminta Tasha merawat mereka. Tetapi dia menyadari kalau Alberu sudah sadar, jadi Cale berjongkok di sebelah Alberu.

Alberu menarik napas dalam-dalam dan membuka matanya. Dia mengerutkan kening dan berkedip beberapa kali, sebelum berkata kepada Cale untuk mencuci wajahnya. Cale menjawab bahwa lidah Alberu baik-baik saja (karena dia cukup sehat untuk berbicara). Cale tersenyum dan melangkah mundur, dan CH membantu Alberu duduk. Cale bertanya kepada Alberu apakah dia baik-baik saja, dan Alberu menjawab kalau dia merasa ingin mati. Cale tersenyum dan mendengus, bertanya mengapa dia melakukan itu. Super Rock berkomentar "Ini karma" dan Cale mengerutkan kening mendengar ucapannya.

Alberu menyuruhnya agar beristirahat dan pingsan. Cale kebingungan, dan Alberu melanjutkan kalau Mary juga tadi sudah tidur. Mary merasa seperti akan pingsan, jadi dia menyuruhnya untuk tidur dan beristirahat saja. Cale bertanya apakah Alberu pantas mengatakan itu karena dialah yang sepertinya akan jatuh pingsan daripada dirinya (Cale). Cale bertanya lagi apakah Alberu baik-baik saja. Dia tahu bahwa dia jauh lebih baik dari sebelumnya, jadi dia menyuruh Alberu agar beristirahat karena dia akan mengurus semuanya.

Alberu tersenyum cerah dan Cale punya firasat buruk tentang itu. Dia kemudian ingat kalau Clopeh tidak terlihat di mana-mana. Dia tidak terlalu memperhatikan Clopeh, jadi dia tidak memperhatikan kapan Clopeh menghilang. Super Rock mengatakan bahwa Clopeh membuka pintu ke kuil. Dia kemudian mendengar Toonka berteriak, "Temanku, apakah kamu di sana!" Ada juga suara Litana, Jack, Cage, dan Hannah.

Pada saat itu, Alberu berbicara dengan suara ceria. “Ayo, dongsaeng. Pingsan saja.” Cale menjawab dengan "... Apakah kamu baik-baik saja?" dan Alberu berkata, "Kita tidak punya waktu." Alberu mengangkat tangannya dan memanggil CH. Pada saat itu, Cale menyadari kalau CH berdiri di belakangnya. CH mengangkat kakinya dan menendang bagian belakang lutut Cale. Tepat pada saat itu, Toonka masuk dan melihat Cale yang jatuh karena ditendang. Toonka tersentak dan memanggil nama Cale ketika dia melihat Cale jatuh tak berdaya.

Dia tidak melihat Cale dengan jelas sebelumnya karena dia berada jauh, tetapi penampilan Cale saat ini lebih buruk dari yang dia kira. Penampilan Cale kacau dan berdarah-darah, dan cukup pucat. Ada juga bekas luka jelek di dadanya yang cukup terlihat (baju Cale masih terbuka, ufufu). Cale tampak senang melihat Toonka, tetapi juga terlihat bingung seolah-olah dia tidak percaya bahwa dia terjatuh. Toonka kemudian menyebut Cale bodoh.

Cale berdiri tegak beberapa waktu yang lalu, tetapi sekarang ambruk ketika tidak ada yang melihatnya. Toonka menyadari bahwa memang mustahil Cale bisa bertahan. Litana berteriak ketika CH menangkap Cale yang terjatuh. Jack berlari dan bingung harus berbuat apa. Hannah berlari dan memeriksa kondisi Mary, lantas berteriak kepada CH kalau mereka harus bergerak cepat. CH meletakkan Cale di punggungnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Langkahnya cukup cepat. Litana mendekat dan menanyakan kondisi Cale, tetapi CH tidak menjawab.

Namun, melihat bahwa CH yang biasanya sopan dan baik hati tidak menjawabnya dan hanya menggigit bibirnya dan jari-jarinya gemetar, dia menyadari kalau kondisi Cale pastilah serius. Jack berjalan ke arah mereka dan mencoba membantu, tetapi Alberu mengatakan bahwa Cale dalam kondisi gawat, jadi lebih baik tidak mengobatinya secara sembarangan di sini. Jack mencoba mengatakan sesuatu, tetapi Cage meletakkan tangannya di bahunya dan mengatakan kalau putra mahkota benar.

Jack kebingungan, tetapi Cage mengedipkan matanya, jadi dia mengangguk dan memahami situasinya. Cage mengatakan kalau ada beberapa mage di luar kuil, jadi tidak terlalu sulit untuk turun. Toonka memandang Cale yang membenamkan wajahnya di punggung CH. Toonka memandang Alberu dan bertanya apakah dia harus membantu sang pangeran, tetapi seseorang mengatakan tidak.

Dia adalah Clopeh yang kembali dari ujung kuil dan sekarang telah kembali (Hahaha, Clopeh mengambil perekam videonya). Clopeh membantu Alberu berdiri, dan Cage serta Toonka berteriak kalau situasinya mendesak. Kelompok itu pergi dan Cale menutup matanya, menghela napas dalam-dalam sambil bertanya-tanya omong kosong apa ini dan apa yang dipikirkan Alberu. Pada saat yang sama, CH menutup mulutnya karena tidak bisa berakting.

Alberu memandang Clopeh yang berbisik, "Demi sang legenda." Alberu dalam hati berpikir kalau Clopeh adalah b*jingan gila lantas meminta Clopeh untuk menggendongnya juga. Hannah sudah membawa Mary dan pergi ke luar. Clopeh menggendong Alberu di punggungnya dan berkata kalau dia akan membereskannya nanti. Alberu tersenyum dan berpikir kalau krisis sudah berakhir. Tetapi untuk menghindari krisis lain, dia harus melakukan pemangkasan juga.

Ada orang-orang yang akan menginginkan posisi ketika para pahlawan berada dalam posisi kritis, atau orang-orang yang akan bekerja di belakang layar. Jadi dia harus memperhatikan sekutunya yang sekarang menjadi mitranya. Terutama, dia ingin mengetahui apa yang sedang direncanakan raja. Dia mengingat apa yang dikatakan bawahannya sebelumnya dan keyakinannya kalau Cale akan menyelesaikan segalanya terlepas dari penampilan Cale yang buruk.

Dia berpikir kalau dia tidak bisa membebani dongsaengnya. Rekan-rekannya sudah seperti keluarganya. Tapi dia bergumam kalau si Kesatria Penjaga itu berbeda, dan Clopeh hanya tertawa 'fufu.' Yang dimaksudkan Alberu, adalah bahwa kecuali Clopeh, semua orang sudah  seperti keluarganya.

***

Kelompok itu mendarat di alun-alun dengan sihir terbang. Alun-alun penuh sesak dengan orang-orang, dan raja yang harus mengendalikan situasi hanya bisa menonton dari kejauhan. Bawahan Toonka mendatangi mereka dengan gembira. Saat semua orang mendekati mereka dan menyambut kembalinya para pahlawan dengan sorak-sorai, Toonka dengan marah berteriak agar mereka tutup mulut. Tempat itu menjadi sunyi, dan Toonka bertanya kepada bawahannya yang memanggilnya apakah dia tidak melihat kalau sedang ada pasien kritis.

Bawahan itu menegang dan menyadari bahwa Toonka marah. Dia kemudian memperhatikan orang-orang di belakang Toonka yang lebih mirip pasien daripada pahlawan. Cage menyuruh mereka diam dan tidak menghalangi jalan, mengatakan bahwa Saint harus memulai perawatan sesegera mungkin. Toonka dan Litana membukakan jalan, dan Toonka berteriak dengan sangat panik dan marah kalau nyawa temannya sedang dalam bahaya. Dia berteriak kalau jika mereka tidak ingin mati, mereka harus berhenti bersorak.

Alberu, yang berpura-pura pingsan saat digendong di punggung Clopeh, bergumam kalau Toonka luar biasa. Clopeh terus tertawa 'fufufu' sementara Cale menutup matanya lebih erat. Mereka kemudian mendengar Deruth berteriak "N-Nak!" dari kerumunan. Cale merasa ada yang salah dengan situasi ini.

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 766      

>>>            

Chapter 768

===

Daftar Spoiler 


Sunday, December 12, 2021

Remarried Empress (#279) / The Second Marriage

 



Chapter 279: Mata dan Telinga (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Evely dengan gugup pergi ke Sovieshu.

Setelah Sovieshu menempatkannya sebagai asisten penyihir istana, dia mengirimkannya seorang pelayan.

Jika dia membutuhkan sesuatu, dia bisa memberi tahu pelayan itu. Selain itu, dia mengiriminya uang tambahan setiap dua minggu sekali.

Pelayan yang dikirim oleh Rashta memang merepotkan, tapi selain itu dia merasa nyaman.

Meskipun Sovieshu sangat perhatian dalam banyak hal, dia tidak memanggilnya untuk berbicara berdua, dan Evely menghabiskan hari-harinya tanpa menyadari keberadaan Sovieshu.

Itu sebabnya Evely tidak mengerti mengapa dia tiba-tiba memanggilnya.

Apakah Sovieshu mengetahui kalau aku berbohong di depan Rashta, berpura-pura disukai olehnya?

Jika demikian, itu akan sedikit memalukan. Evely gugup, berharap bukan itu masalahnya.

Untungnya, dia tidak memanggilnya karena masalah yang menyangkut dirinya.

“Navier sangat peduli padamu, kan? Jika kamu setuju, bisakah kamu memberi Navier hadiah dariku?”

Mata Evely melebar dan dia bertanya,

"Hadiah?"

"Ya. Tapi jangan bilang itu hadiah dariku. Bilang saja itu hadiah darimu.”

“Baiklah, tapi…”

"Aku akan memintamu bergabung dengan delegasi berikutnya yang aku kirim ke Kekaisaran Barat, apa kamu bersedia?"

"Ya. Tidak apa-apa selama saya bisa melihat Navier.”

'Tapi kenapa atas namaku? Tidak bisakah dia mengirimnya saja? Apakah benar-benar perlu bersusah payah untuk memberikan sebuah hadiah?’

Evely menyadari alasannya saat dia menatap Sovieshu. Hubungan mereka menjadi canggung setelah perceraian.

"Akan terlalu terang-terangan jika pergi tiba-tiba, jadi yang terbaik adalah pergi ke pesta ulang tahun Kaisar Heinley."

"Ya."

"Aku akan menghubungimu kembali saat itu."

"Saya mengerti, Yang Mulia."

Begitu dia mendapat jawaban atas pertanyaannya sebelumnya, pertanyaan baru muncul.

Evely menjadi sangat penasaran.

'Bukankah Kaisar Sovieshu menceraikan Navier karena dia mencintai Rashta? Lalu mengapa dia peduli dengan Navier? Apakah dia merasa bersalah?’

Evely awalnya berpikir kalau Kaisar Sovieshu jatuh cinta pada Rashta sampai-sampai tidak ingin meninggalkan sisinya. Namun, setelah mendengar berbagai rumor sejak tiba di istana kekaisaran, Kaisar Sovieshu tampaknya tidak terlalu peduli dengan permaisuri kedua ini. Bahkan kabarnya permaisuri kedua berselingkuh dengan anggota Keluarga Kerajaan Blue Bohean….

‘Lalu mengapa dia bercerai?’

Evely, tenggelam dalam pemikiran yang rumit, pergi ke koridor dengan linglung.

Navier sudah menikah lagi, mengetahui jawabannya tidak akan membuatnya kembali dan juga tidak akan membuat Sovieshu meninggalkan Rashta, yang sedang hamil…

Tiba-tiba, dia mendengar bisikan saat dia mengambil beberapa langkah lagi,

"Apa yang dilakukan orang hina seperti dia di sini?"

Evely mengerutkan kening dan melihat ke arah suara itu.

Viscount dan Viscountess Isqua memandangnya dengan jijik dari tangga.

Mungkin karena kamar Sovieshu berada di dekatnya, mereka tidak menghinanya sekeras sebelumnya, tetapi mereka sepenuhnya menunjukkan ketidaksenangan mereka dengan ekspresi mereka.

Evely juga memasang ekspresi jijik. Dia masih bisa mengingat kata-kata kasar yang mereka katakan padanya. Dia benci bertemu mereka secara langsung.

'Seorang anak sama seperti orang tuanya.'

Evely mengabaikan mereka, berbalik dan berjalan ke arah yang berlawanan.

* * *

Sementara itu, kesabaran jurnalis rakyat biasa, Joanson, semakin menipis dari hari ke hari.

Dia telah meminta audiensi, bertemu dengan kaisar dan permaisuri, dan memberi tahu mereka tentang adik perempuannya. Dia bahkan mendapat jawaban kalau kasus adiknya akan diselidiki.

'Tapi mengapa aku masih belum menerima kabar dari istana kekaisaran?'

Sudah lama sejak adiknya menghilang.

Joanson merasa cemas hanya membayangkan sesuatu yang buruk mungkin saja terjadi pada adiknya.

Akhirnya, dia mengubah strategi dan memutuskan untuk menanyai pelayan yang bekerja dengan saudara perempuannya, Arian.

Dia adalah pelayan yang berpengalaman dan terampil dalam pekerjaannya, sering dibicarakan oleh saudara perempuannya karena dia selalu membantunya.

Dia akan menunggunya meninggalkan istana kekaisaran.

Sulit untuk mengetahui jadwal pegawai istana, jadi Joanson menetap di sebuah penginapan di dekat istana dan menunggu pelayan itu di sana.

Akhirnya, upaya itu membuahkan hasil.

Hari itu, Joanson makan masakan telur yang sederhana, duduk di dekat jendela kamarnya di lantai dua.

Dia menggunakan garpunya untuk mengambil makanannya, tetapi tidak mengalihkan pandangannya dari pintu utama istana.

Tiba-tiba, sebuah pintu kecil terbuka di sebelah pintu utama yang besar, dan dia melihat seorang wanita keluar dari sana.

Joanson berhenti makan dan berlari ke sana.

Itu mungkin bukan pelayan bernama Arian. Bahkan, itu terjadi enam kali sebelumnya.

Tapi seperti biasa, Joanson mendekati si pelayan dan bertanya,

"Apakah kamu, kebetulan, Arian?"

"Ya, itu betul."

Kali ini dia benar. Dia orangnya.

Pada saat itu, Joanson melihat pelayan di depannya sebagai secercah harapan,

Tapi untuk jaga-jaga, dia bertanya lagi,

"Apakah kamu pelayan pribadi Permaisuri?"

Arian menjawab santai.

"Itu benar."

Joanson tiba-tiba menangis. Dia tidak percaya dia akhirnya memiliki cara untuk menemukan jejak saudara perempuannya.

Memikirkannya saja membuat tenggorokannya tercekat, Joanson meratap dan meminta maaf,

"Maaf karena aku datang ke sini tiba-tiba."

Arian menyipitkan matanya, seolah-olah ini tampak aneh baginya.

Sebelum dia pergi, Joanson bergegas memperkenalkan dirinya,

“Aku saudara Delise. Kamu tahu siapa Delise, kan?”

Untuk pertama kalinya ada perubahan yang signifikan pada ekspresi Arian.

“Apakah kamu saudara Delise? Yang seorang jurnalis itu…"

Joanson mengangguk cepat.

"Ya, benar. Aku…"

Joanson hendak berbicara tetapi berhenti. Dia mundur selangkah dan melihat sekeliling dengan rasa takut yang muncul terlambat.

Jika saudara perempuannya benar-benar menghilang di sini, dia harus berhati-hati dengan apa yang dia katakan.

Mungkin ada orang di sekitar yang tidak ingin dia menemukan Delise.

"Jika kamu tidak keberatan, bisakah kita berbicara di tempat lain?"

Tapi Arian menggelengkan kepalanya dan bergegas pergi. Dia bahkan tidak mencoba menoleh, seolah-olah Joanson adalah wabah. Dia juga tampak ketakutan.

Sikap itu semakin membangkitkan kecurigaan Joanson.

Joanson mengikuti Arian dan memanggilnya,

“Aku ingin tahu tentang adik perempuanku. Adikku menghilang. Delise berterima kasih karena kamu sering membantunya. Karena kamu bekerja dengannya, mungkin kamu bisa memberi tahuku mengapa adikku tiba-tiba menghilang.”

Joanson mengejarnya sambil menangis.

“Tolong bantu aku menemukan adikku. Tidak, kamu tidak perlu membantuku. Katakan saja apa yang kamu tahu!”

Arian, yang berjalan pergi dengan cepat, berhenti.

Apakah dia berubah pikiran karena sikap putus asaku?

Dia menoleh dan melirik Joanson.

Dari tatapannya, dia tampak ragu untuk berbicara atau tidak.

"Tolong, aku mohon!"

Ketika Joanson memohon lagi, Arian berkata dengan ragu,

"Sulit bagiku untuk membicarakannya karena aku takut nyawaku taruhannya."

Sulit baginya untuk membicarakannya karena takut nyawanya menjadi taruhan. Apakah ada kalimat yang lebih menakutkan?

Ketakutan Joanson semakin menjadi-jadi. Kata-kata Arian terdengar seolah-olah adiknya sudah meninggal. Saat Joanson terisak putus asa, ekspresi Arian menjadi suram.

Dia mendekatinya dan berbicara dengan sangat pelan sehingga tidak ada orang lain yang bisa mendengarnya.

"Orang-orang tidak seperti yang terlihat."

"Apa maksudmu?"

“Jika kamu memikirkan kata-kataku dengan cermat, kamu akan mendapatkan jawabannya. Meragukan orang yang paling kamu percayai. Itu saja yang bisa aku katakan.”

Joanson tertegun sejenak. Arian menatapnya dengan perasaan campur aduk, berbalik dan menghilang dengan langkah tergesa-gesa.

***

Tiga hari kemudian.

Ketika Arian kembali ke istana setelah liburan singkatnya, dia menuju ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang telah dia sewa sebelumnya.

Menuliskan namanya di slip pengembalian, dia berjalan ke rak buku yang berdiri sendiri, mengatakan bahwa dia akan mengembalikan buku itu ke tempatnya.

Yang mengejutkannya, Sovieshu berdiri di antara rak buku dengan tangan terlipat di belakang.

Setelah dengan sopan menyapa Kaisar, Arian bergumam pelan sambil menyerahkan buku itu,

"Saya melakukan apa yang Anda perintahkan, Yang Mulia."

"Kerja bagus."

Sovieshu memberikan jawaban singkat, mengambil buku itu dan meletakkannya di rak buku di depannya.

Semua yang Arian katakan dengan ragu-ragu kepada Joanson adalah atas perintah Sovieshu.

Dia masih takut pada Rashta dan berpikir dia tidak bisa dipercaya.

Tidak ada yang akan setia kepada orang yang memberikan hukuman berat hanya demi satu kesalahan.

Arian realistis, dan berhati-hati, jadi dia tahu lebih baik setia kepada Kaisar yang memiliki kewenangan yang stabil, daripada kepada Rashta, yang bisa menyerangnya kapan saja.

"Selama kamu melakukan apa yang aku katakan."

Sovieshu berbicara dengan tenang.

"Kamu akan baik-baik saja."

***

Ketika Koshar terbangun, dia melihat wajah yang sama yang dia lihat sebelum dia kehilangan kesadaran.

Rambut dan mata keabu-abuan sehitam tupai.

Koshar duduk di tempat tidur, meletakkan tangannya di kepalanya yang berdenyut,

“Bagaimana aku bisa ada di sini?”

Melihat sekeliling, dia menyadari kalau itu adalah ruangan yang lusuh. Ada tempat tidur, lemari, dua kursi, dan meja ...

“Ah, Anda pingsan. Anda dibawa ke penginapan sederhana di dekat sini.”

Mastas bergumam dengan gugup pada pertanyaan Koshar.

“Siapa yang membawaku?”

"Saya sendiri."

Mastas menjawab, balas menatap Koshar. Kemudian dia segera bangkit dari kursi, membungkuk dan berteriak keras,

“Maafkan saya, Sir Koshar! Saya tidak tahu Sir Koshar lebih lemah dari yang saya kira!”

“… Lebih lemah?”

“Saya telah belajar untuk tidak menggertak yang lemah! Maafkan saya. Seharusnya saya lebih perhatian.”

Atas permintaan maaf Mastas yang tulus, Koshar membuka mulutnya dengan bingung. Tetapi Koshar pada akhirnya memilih untuk tidak memberi tahu Mastas, 'Ini salahku karena lengah.'

'Setelah dipikir-pikir, dayang itu sekarang tidak akan mengatakan hal buruk kepada Navier karena dia menyakiti kakaknya. Ya. Aku senang jadinya seperti itu.’

Meskipun dia tidak merencanakannya, Koshar tersenyum lega.

Mastas telah menyakiti kakak permaisuri, jadi dia mengangkat bahunya ketakutan, tetapi ketika dia melihat senyum Koshar, dia tertegun sejenak.

Senyumnya seperti sinar matahari yang menyinari air.

Mastas tiba-tiba merasa sangat haus, dan bergegas meminum air yang ada di atas meja.

Sulit dipercaya kalau kesatria itu akan kehilangan kesadaran karena sedikit terkena batang tombaknya.

Namun, dia segera yakin ketika dia melihat senyum halus itu mekar.

‘Dia pasti lemah karena dia pria yang tampan!’

Pada saat yang sama, Koshar berpikir,

'Apakah dia minum seluruh air di botol besar itu sekaligus?’

Mata Koshar melebar sesaat, tetapi itu tampak tidak sopan, jadi dia segera memalingkan wajahnya, berpura-pura tidak memperhatikan.

Setelah meminum seluruh air itu, rasa hausnya berkurang, matanya bersinar dan suasana hatinya membaik. Kemudian, Mastas bertanya,

“Ngomong-ngomong… ada suasana meriah di tempat ini, kan? Saya bisa mendengar musik di mana-mana, apa ada suatu acara?”

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 278              

>>>             

Chapter 280

===

Daftar Chapters