Sunday, December 12, 2021

Remarried Empress (#278) / The Second Marriage

 




Chapter 278: Mata dan Telinga (1)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Karena turun hujan, aku pergi ke taman memakai payung berdampingan dengan Heinley.

Mendengar suara hujan saat kami berjalan-jalan mengingatkanku pada kakakku, jadi aku bertanya,

“Apakah menurutmu Nona Mastas sudah bertemu dengan kakakku?”

Heinley menjawab, “Mungkin,” dan menarik bahuku ke arahnya.

“Mendekatlah, Ratuku. Kamu bisa basah kuyup.”

“Bukankah lebih baik masing-masing kita menggunakan payung …?”

Apakah perlu saling menempel untuk berbagi payung?

“Ngomong-ngomong, Ratuku. Apakah Saudara Koshar tidak punya niat untuk menikah? Sebagai seorang bangsawan, sepertinya dia butuh waktu lama untuk menikah. Aku bahkan belum pernah mendengar tentang tunangannya.”

"Kakakku tidak tertarik pada apa pun selain pertempuran dan pedang."

Terlebih lagi, rumor tentangnya juga tidak bagus untuk pernikahan politik…

Meskipun pernikahan politik adalah pernikahan antara keluarga bangsawan, tidak ada ayah yang ingin menikahi putrinya dengan pria yang kejam.

“Aku selalu takjub betapa berbedanya kepribadian Ratuku dan Saudara Koshar.”

"Betulkah? Tapi kamu juga—”

'memiliki kepribadian yang berbeda dari saudaramu,' aku dengan cepat menelan kata-kata terakhir ini.

Belum lama sejak insiden Christa berakhir. Aku lebih suka tidak mengatakan itu.

Aku segera mengubah kata-kataku.

“Ah, ulang tahunmu sebentar lagi. Apakah ada yang ingin kamu punya, Heinley?”

“Tidak, tidak ada.”

Aku pikir juga begitu.

"Tapi ada sesuatu yang ingin aku lakukan."

Setelah Heinley selesai berbicara, dia berhenti dan tiba-tiba memelukku dari belakang.

Ketika aku mendongak, aku menyadari kalau dia sedang memperhatikanku dengan ekspresi aneh.

Itu benar-benar permintaan yang vulgar. Aku bisa tahu dari ekspresinya. Karena itu, aku hanya bisa menelan ludah.

Aku merasa malu dengan suara keras yang ditimbulkan, tetapi aku berbicara dengan tenang seolah-olah tidak ada yang terjadi,

"Aku akan mempertimbangkannya jika tidak terlalu mengada-ada."

“Apa maksudmu dengan mengada-ada?”

"!"

Dia tidak menginginkan 'jenis' hadiah yang aku pikirkan?

Mataku melebar, bahkan lebih malu.

“Maksudku, jangan meminta hadiah yang sulit didapat.”

Tapi itu juga bukan alasan yang bagus. Tak lama setelah aku mengatakannya, aku merasakan gelombang penyesalan.

Bodoh sekali! Bagaimana aku bisa membuat alasan yang begitu dingin?!

Itu adalah ulang tahun pertamanya yang akan kami rayakan bersama, tetapi aku justru tidak ingin dia meminta hadiah yang sulit didapat!

Aku merasa sangat menyesal. Aku bergerak sedikit lebih dekat ke arahnya dan meraih tangannya yang bebas.

Heinley tegang. Tidak lama kemudian aku merasakan desahan yang dalam turun dari leherku.

"Ratuku, apa yang akan kamu lakukan jika aku berada di dalam genggamanmu?"

"Di dalam genggamanku?"

“Kau mengendalikanku hanya dengan memegang tanganku.”

Heinley menggenggam tangan kami yang saling bertautan lebih erat. Kemudian dia mengangkat tanganku, bersama tangannya, dan dengan ringan mencium punggung tanganku.

“Aku melakukannya… karena kata-kataku jauh lebih dingin dari yang kukira.”

Aku mengaku dengan tulus dan dengan pelan menarik tanganku.

Bibirnya di punggung tanganku terasa lembut dan menyenangkan, tapi tidak perlu melakukan ini di luar, kan?

Meskipun hal yang baik kalau kaisar dan permaisuri adalah pasangan suami istri yang bahagia, itu tidak berarti bahwa kami harus mesra di mana-mana.

Heinley menarikku lebih dekat ke dadanya dan menyesuaikan posisi payung.

Seiring berjalannya waktu hujan mereda, sepertinya akan segera berhenti.

Ketika aku mengulurkan tangan dari payung untuk merasakan hujan, Heinley berbisik sambil menatapku.

“Hmm… sebenarnya, aku ingin mandi bersama.”

Aku sedang menikmati rintik hujan yang dingin jatuh di telapak tanganku, tapi aku segera menarik tanganku karena terkejut.

“Sebagai hadiah ulang tahun, ayo mandi bersama.”

“… Dasar licik.”

Heinley tidak menyangkalnya.

Aku ragu-ragu dan berkata agar keluar dari situasi ini,

"Aku akan memikirkannya."

Ulang tahunnya masih beberapa bulan lagi.

“Jika kamu tidak ingin mandi bersama, setidaknya nikmati satu hari hanya dengan kita berdua, Ratuku. Tanpa orang lain.”

Aku mengangguk dan bertanya,

"Kenapa kamu begitu terobsesi untuk mandi bersama?"

Sebenarnya, dia tidak begitu bersikeras untuk menganggapnya sebagai obsesi. Tetap saja, aku tidak percaya dia menginginkan ini dari begitu banyak kemungkinan hadiah.

Bukankah dia juga mengatakan dia ingin mandi denganku sambil berpura-pura takut selama huru hara hantu itu? Aku tentu saja menjadi bingung.

Heinley dengan tenang menjawab.

"Aku juga ingin melihat Ratuku basah kuyup."

Saat aku hendak mengatakan, 'Cuma karena itu?' Sebuah adegan muncul di benakku.

Adegan di mana Heinley berubah dari burung menjadi wujud manusia di air mancur. Dia pasti terlihat sangat tampan saat basah kuyup di bawah sinar bulan, mengibaskan rambutnya ke belakang.

“Hmm… Kamu terlihat sangat tampan saat basah kuyup Heinley.”

Ketika aku diam-diam mengakuinya, Heinley tersenyum dengan matanya seolah berkata, 'Kamu akhirnya mengetahuinya?'

Aku langsung mengerutkan kening dan mengalihkan pandangan. Hujan baru saja berhenti, jadi aku melangkah keluar dari payung dan berjalan maju dengan langkah cepat.

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 277              

>>>             

Chapter 279

===

Daftar Chapters 


Saturday, December 11, 2021

[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#766)




Chapter 766: Karma (5)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Sebuah ledakan keras terdengar. Mila, yang perisainya berada di lapisan pertama, gemetar saat perisainya hancur. Tubuhnya merasakan dampak perisainya yang hancur, tapi dia masih bertahan. Kekuatan yang bisa membebani seekor naga membuatnya memikirkan satu kata – keputusasaan, atau kekuatan untuk merasakan keputusasaan. Jadi dia tanpa sadar melirik Dodori yang juga sedang mengeluarkan perisai mana.

Darah menetes dari mulutnya, dan dia berujar dalam hati 'astaga' karena dia tahu kalau Dodori adalah naga yang lebih muda dan akan menerima guncangan yang lebih besar. Tapi dia tidak bisa berbicara karena guncangan yang mengguncang tubuhnya. Saat itu, Rasheel berteriak kepada Dodori agar berhenti dan menolong ibunya. Dodori ragu-ragu, tetapi ketika dia mendengar ibunya memanggil, dia menarik mananya dan bergegas ke arahnya. Perisai Mila sepenuhnya rusak pada saat itu.

Rasheel mengutuk dan berpikir 'Sialan. Aku seharusnya terus tidur saja! Kenapa aku ada di sini!’ Dia merasa kesal sementara darah keluar dari mulutnya, tetapi dia mengabaikan darah itu dan berkonsentrasi. Dia tidak bisa menahannya. Tidak peduli seberapa egoisnya dia, dia melihat bagaimana para manusia bertarung. Jadi dia tidak bisa membiarkan sekelompok naga perkasa terlihat lemah di depan makhluk yang lebih lemah dari mereka (naga). Harga dirinya sebagai naga tidak akan pernah bisa mentolerirnya.

Tapi perisainya juga rusak. Dia bertahan sedikit lebih lama dari Mila karena dia memiliki sedikit lebih banyak kekuatan yang tersisa daripada Mila yang berada di garis depan. Tangannya gemetar, tetapi dia tertawa ketika dia menyadari bahwa ledakannya telah berkurang. Eruhaben memberi tahu Mila dan Rasheel bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan baik. Satu-satunya perisai mana yang tersisa yang dibuat oleh naga adalah milik Eruhaben karena Dodori dan Raon telah mundur lebih dulu.

Eruhaben mengatakan bahwa mereka adalah satu-satunya yang tersisa seraya melihat Lord Sheritt yang memasang senyum di wajahnya yang berbintik-bintik. Eruhaben tersenyum dan berkata bahwa terkadang, pertahanan terbaik adalah menyerang. Sheritt mengangguk dan berkata bahwa dia harus melakukannya dan dia akan menghentikan (dampaknya) sebisa mungkin. Eruhaben melepaskan perisai mananya dan mengubah mananya menjadi debu emas. Dia menoleh untuk melihat Alberu, Mary, dan Cale untuk terakhir kalinya.

Eruhaben menggerakkan tangannya saat dia mengangguk, melakukan apa pun yang ingin dia lakukan. Dia membuat debu emasnya meledak pada ledakan merah itu. Sebuah rantai ledakan bergema dan berbenturan dengan ledakan merah. Ledakan emas tampak lemah sementara ledakan merah menelannya, tapi Eruhaben bertahan. Kekuatan ledakan merah membuatnya merasa putus asa, tetapi dia tahu bahwa 'keputusasaan' dan 'merasa putus asa' adalah hal yang berbeda.

CH menolong Mary yang terhuyung-huyung. Dia bertanya apa yang terjadi, tetapi tidak ada yang menjawabnya. Alberu dan Mary sama-sama berkeringat deras saat mereka menggunakan mana mati mereka. Alberu menggigit bibirnya sambil terus menuangkan mana mati ke garis hitam Mary. Dia tahu bahwa kekuatan ledakan merah telah berkurang. Dan tahu bahwa mereka tidak akan bertahan lama.

Tapi dia bertahan. Mungkin karena keputusasaan biasanya dikaitkan dengan kematian, mana matinya mampu menahan ledakan sampai batas tertentu. Perisai mana naga rusak seketika, tetapi penghalang mana mati mereka bertahan lebih baik dari yang diharapkan. Atau bisa juga karena Eruhaben menyerang lebih dulu. Alberu berpikir 'Seperti ini. Dia menghadapi kesulitan seperti ini. ' Sekutu Cale menyadari besarnya kekuatan yang biasanya dihadapi Cale.

Alberu bertahan karena sebelumnya dia mengatakan bahwa itu pantas untuk dicoba. Dan bahwa dia ingin membuatnya lebih mudah bagi orang lain. CH membantu Mary duduk, dan ketika dia mendengar Alberu mengerang, dia bergegas menuju ke pangeran dan menopangnya. Darah mulai mengalir dari bibir Alberu dan Mary yang masih menggunakan mana mati mereka. CH melihat para  naga berdarah, dan berpikir bahwa jika itu adalah kekuatan yang bisa melukai naga, efeknya pada Alberu dan Mary pasti akan lebih besar.

Raon terbang ke arah mereka bersama Rosalyn dan mengatakan bahwa itu sudah cukup, dan mereka harus berhenti karena ibunya akan mengambil alih. Rosalyn mengangguk tetapi Alberu pura-pura tidak mendengarnya. Jadi Mary menyuruh Alberu agar tidak melakukannya secara berlebihan dan terluka. Dia menunjuk ke Cale, dan Alberu akhirnya mengangguk. Keduanya berhenti menggunakan mana mati mereka.

Eruhaben melanjutkan ledakannya yang bertubi-tubi. Cale yang berwajah pucat menghela napas ketika dia melihat kekuatan Eruhaben. Dia menyadari bahwa kekuatan ledakan merah itu perlahan-lahan berkurang. Semua dampak ledakan Eruhaben diblokir oleh perisai putih Sheritt. Dengan demikian, perisai Cale bahkan tidak merasakan dampak apa pun dari ledakan itu.

Sementara ledakan-ledakan itu terus berlanjut, seseorang di tempat penampungan membuka jendela. Mereka melihat perisai perak dengan sayap masih di luar. Seorang kesatria berkomentar bahwa suara ledakan telah berkurang, dan seorang mage di sebelahnya mengatakan bahwa perisai itu tampaknya bertahan dengan baik (Mereka salah paham lagi… Cale yang malang). Mereka kemudian melihat Eruhaben dan Sheritt melakukan tugas mereka. Seorang kesatria menghela napas dan mencoba menutup jendela, tetapi sebuah ledakan besar mengejutkannya.

Sheritt mengatakan bahwa kekuatan dewa memang berbeda. Dia menambahkan bahwa kekuatan itu tampaknya telah menyerah untuk menargetkan kota. Saat ledakan merah besar meletus, ia menelan segala sesuatu di sekitarnya. Perisai Sheritt pecah dan menghilang. Menyaksikan semua itu, Cale menghitung bahwa hanya sepertiga dari kekuatan merah yang tersisa.

Cale berpikir kalai ini sekarang adalah gilirannya ketika dia menarik napas dalam-dalam. Dia menggunakan kekuatan kuno WS untuk memperkuat perisainya dan membuatnya lebih bersinar. Tapi Cale berhenti ketika dia mendengar para naga berbicara. Rasheel mengatakan bahwa dia masih bisa melakukannya sambil mengeluarkan perisainya lagi. Dodori juga melebarkan perisainya. Cale bertanya-tanya, 'Apakah naga-naga ini tidak lelah?' Rasheel bahkan memiliki sesuatu seperti botol kecil di mulutnya. Ketika Cale memandang mereka dengan bingung dan khawatir, ledakan keras lainnya terdengar.

Cale berteriak pada kedua naga itu.

"Berhenti-!"

Tapi mereka tidak mendengarkan.

Rasheel dan Dodori memblokirnya lagi untuk mengurangi daya ledakannya. Mereka lantas batuk darah.

“Ugh.”

“Ugh. I-Ibu.”

“Do-Dodori!”

Deg.

Cale merasa jantungnya mencelos sejenak.

Dia bahkan tidak melihat kedua naga itu tersenyum bahagia.

"Aku akan melakukannya juga!"

Raon kemudian datang ke sebelah Cale dan membantu.

“Aku juga akan melakukannya.”

Rosalyn, yang datang dari kastil hitam dengan seikat batu mana bermutu tinggi, mengikutinya.

Alberu, yang sedang meminum cairan mana mati, juga turut serta. Terdapat darah di bibir keduanya.

'Hei, mengapa orang-orang ini-!'

Ketika wajah Cale tampak lebih getir dari sebelumnya, Raon berbicara dengan ceria tetapi berani.

“Manusia, jangan khawatir! Kamu dapat beristirahat sekarang! Tidak perlu terburu-buru! Aku bisa melakukannya Aku sedikit lelah, tapi aku tidak akan pingsan! Semua orang berpikiran sama!”

Ah.

Sebuah desahan keluar dari mulut Cale.

Super Rock juga menghela napas.

-Hei.

Dan bergumam.

-Ini karma. karma.

Cale melihat semua yang ada di hadapannya.

Eruhaben dan Sheritt juga mengatur ulang dan menuangkan sisa kekuatan mereka ke dalamnya. Keduanya berada di depan Cale dan bahkan lebih cepat. Tidak mudah bagi Cale, yang telah menyebarkan perisai besar dan menggunakan kekuatan kunonya, untuk memindahkan atau melepaskan perisainya, jadi dia tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan semua orang.

"Ha."

Sambil menghela napas, Cale mengulurkan tangannya dan meraih Raon saat dia berdiri.

“Kenapa, manusia?”

"Berhentilah."

Tapi Raon berbalik.

BUUUUUUUUUUM-! BUUUUUUM-! BUUUUUM-!

Dan akhirnya, setelah beberapa ledakan keras lagi.

Bum-

Hanya ledakan yang sangat kecil yang tersisa, mengenai perisai Cale.

Sekutunya berdarah atau jatuh berlutut.

Deg. Deg. Deg.

Cale merasakan jantungnya berdebar kencang.

Hal-hal yang telah dia lakukan di masa lalu terlintas di benaknya.

"TIDAK!"

Raon melebarkan matanya karena terkejut.

Eruhaben, Rosalyn, Mila, Rasheel, dan Dodori. Mereka yang melayang di udara dengan sihir terbang sekarang mulai berjatuhan.

Mereka bahkan tidak memiliki cukup mana yang tersisa untuk digunakan. Naga-naga agung dan mage itu bersertu saat master menara berikutnya jatuh.

Khususnya, Eruhaben jatuh paling cepat.

“Raon! Sihir terbang!”

Pada saat Raon mendengar teriakan Cale dan secara refleks melemparkan sihir terbang ke arah mereka untuk mencegah mereka jatuh.

"Ibu!"

“…Aku harus beristirahat.”

Sosok Lord Sheritt bergetar dan memudar saat dia menuju ke kastil hitam.

"Tidak apa-apa, kamu bisa beristirahat."

Ketika Sheritt tersenyum lembut pada Raon dan menghilang, Raon meraih ujung pakaian Cale. Kaki depannya gemetar.

On dan Hong melihat ke luar kastil hitam, tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran mereka. Semua anak memandangi Cale.

Cale, yang hanya pingsan atau roboh setelah mengeluarkan kekuatannya secara berlebihan, menyeka wajahnya dengan kedua tangan dan menoleh.

Alberu dan Mary sudah pingsan dan mata mereka terpejam. Dia tidak tahu apakah mereka pingsan atau tertidur. Tapi itu bukan bahan tertawaan.

Seolah-olah Cale sedang melihat dirinya sendiri.

“…Kenapa melakukannya sejauh ini…”

-Jangan mengatakannya seolah-olah kamu tidak tahu.

Cale tidak bisa berkata apa-apa kepada kata-kata Super Rock.

Dia menundukkan kepalanya.

Perisai yang menutupi Puzzle City. Di bawahnya, orang-orang menjulurkan kepala mereka satu per satu.

Sinat merah yang mengerikan menghilang dari mata mereka, dan hanya perisai perak cemerlang dengan dua sayap yang tersisa.

Dan mereka bisa melihat Cale berdiri sendirian.

Cale melihat sekeliling.

Saat ini, satu-satunya orang yang sadar dan dapat mengatur situasi adalah dirinya sendiri, Choi Han, dan Clopeh Sekka.

-Ah, ngomong-ngomong, Cale.

Super Rock berbicara.

-Apa yang akan kamu lakukan dengan kuil itu?

Eh?

-Itu milik kita sekarang, tidak, lebih tepatnya, itu milikmu sekarang. Haruskah kita menurunkannya?

Cale melihat perisainya sendiri, yang terlihat utuh dan cukup suci, dan ke kuil yang tampak kuno dan misterius meskipun rusak. Selain itu, ada kastil hitam yang misterius dan megah. Akhirnya, dia menatap Choi Han dan Clopeh yang menatapnya seolah bertanya apa yang harus mereka lakukan, dan menutup matanya setelah melihat anak-anak berusia rata-rata sembilan tahun.

Tapi keputusannya diambil dengan cepat.

Dia memberitahukan hal yang harus mereka lakukan terlebih dahulu.

Dia memberikan instruksi dengan wajah tenang kepada mereka yang memandangnya dengan tenang.

"Pertama-tama. Mari kita mengobati mereka terlebih dahulu.”

Kenapa dia menutup matanya rapat-rapat?

Karena dia khawatir dengan keadaan rekan-rekannya.

Padahal semuanya sudah berakhir.

Cale sendiri tidak jatuh.

Dia tidak merasa lega sekalipun.

Pemilik Suara Angin yang tadinya diam, tertawa dan berkata dengan suara serak.

-Semua orang belajar dari apa yang mereka lihat kamu lakukan, Nak.

Cale tidak bisa mengatakan apa pun.

Dan kemudian, perisai yang menutupi kota Puzzle menghilang, dan sorak-sorai orang-orang terdengar.

YEAAAAH-

KITA SELAMAT-!

WAAAAAAA-!

Sorak-sorai bercampur dengan tangisan, kegembiraan, dan kelegaan, dan banyak emosi lainnya dipenuhi oleh gairah semangat.

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 765     

>>>            

Chapter 767

===

Daftar Spoiler 


[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#765)




Chapter 765: Karma (4)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Cale berdiri setelah CH menopangnya. Dia berkata kalau sinar merah itu adalah satu-satunya masalah yang tersisa. Mary mengepalkan tinjunya saat dia merasa kalau akhir dari pertempuran panjang itu sudah dekat. Sebuah ledakan bergema, dan mereka menoleh ke arah suara itu. Cale berlari ke arahnya, dan melihat sinar merah yang sekarang lebih mirip seperti cairan bergetar hebat.

Rosalyn dan para naga kesulitan menghentikannya. Cairan merah telah memecahkan perisai mereka, dan sejumlah kecil cairan menetes melalui celah-celah. Isi setiap tetesnya sangatlah sedikit, hanya cukup untuk mengisi kedua tangan manusia. Eruhaben mencoba membuat perisai untuk memblokir cairan yang menetes itu, tetapi Rosalyn dengan tenang menyuruhnya berhenti.

Dia ingin melihat daya hancur cairan itu sehingga mereka tahu bagaimana mencegahnya. Sebagian besar orang sudah dievakuasi, dan Alberu berlari menuju tempat di mana cairan itu akan mendarat di tanah. Dia bertanya-tanya berapa besar daya rusak yang masih dimiliki SG. Tetesan itu mengenai perisai yang dibuat oleh para mage. Perisai yang Alberu dan Eruhaben tidak yakini akan hancur dengan mudah.

Tapi tetesan itu melelehkan perisai saat menyentuhnya. Sehingga sebuah lubang terbentuk di perisai, dan satu tetesan jatuh ke tanah. Alberu menyuruh semua orang untuk mundur, dan tetesan itu menyentuh tanah. Hanya dengan satu tetesan, seluruh tanah tempat Alberu dan bawahannya berdiri seketika berubah menjadi hitam, bahkan membunuh semua rerumputan.

Alberu merasa bahwa mana mati tidak sebanding dengan kekuatan ini. Bawahannya gemetar dan Alberu bertanya kepada Duchess Violan melalui komunikasi video apakah dia melihatnya. Violan mengatakan dia memahami dampaknya dan berbicara dengan mage di sebelahnya. Mereka tahu bahwa jika itu meledak, daya hancurnya akan lebih besar. Jadi Violan mengatakan bahwa mereka akan terus memasok mana ke perisai untuk mempertahankannya, dan segera memperbaiki lubang apa pun di perisai.

Sekitar seratus mage sedang membuat lingkaran sihir perisai. Selain itu, para dark elf bersiaga untuk keadaan darurat. Cairan merah itu terus merusakkan dan melelehkan perisai mana dari para naga, tapi para naga segera memperbaikinya. Bawahan Alberu berkata kalau itu akan segera meledak, jadi Alberu harus mengungsi.

Tapi Alberu menggelengkan kepalanya, mengatakan bahwa bahkan raja saja tidak mengungsi, jadi mengapa dia harus mengungsi. Dia melirik tempat di mana tangga menuju kuil awalnya berada. Di sana, Raja Zed Crossman berdiri diam dengan dua bawahannya. Zed menatap kuil di atas. Alberu tidak bisa mengerti sama sekali apa yang raja pikirkan. Dia juga melihat ke arah tatapan Zed.

Ia melihat seorang laki-laki sedang melihat ke luar lubang yang tercipta dari dinding kuil yang hancur. Pria itu adalah Cale dengan darah kering di bibirnya dan rambut merah acak-acakan. Bawahan Alberu mengatakan bahwa jika Cale turun tangan, mungkin mereka bisa menghentikannya. Alberu menegang mendengar itu dan berpikir apakah bawahannya tidak bisa melihat penampilan Cale yang berantakan. Tetapi bawahannya tampak setengah mengkhawatirkan Cale dan setengah mengharapkan Cale untuk menyelesaikannya.

Alberu berpikir itu tidak baik, dan dia harus memaksa Cale untuk memulihkan diri setelah semuanya selesai. Bagaimanapun, Cale adalah manusia. Meskipun Duke Henituse mungkin juga akan menyuruh Cale diam di wilayah mereka selama beberapa waktu. Tapi Alberu bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Cale. Sementara itu, CH bertanya pada Cale apakah dia baik-baik saja. Cale menginjak buku hitam Dewa Kematian.

Cale dengan blak-blakan menjawab bahwa dia baik-baik saja lantas mengambil buku yang dia injak. Dia mengerutkan kening sementara di dalam hati mengutuk buku itu. Dia berpikir bahwa kekesalannya akan sedikit mereda jika dia menginjak buku itu. Tapi dia tidak mengeluh tentang Dewa Kematian. Buku hitam di tangannya terus bergetar. Sudah seperti itu sejak dia menutup buku itu.

Dia berpikir kalau itu adalah masalah yang terkait dengan SG yang 'dipeluk' dalam buku Dewa Kematian. Tetapi Cale berpikir bahwa Dewa Kematian juga tidak banyak membantu. Dia tidak mengharapkan Dewa Kematian untuk membantu menangani cairan merah, tetapi dia merasa kesal ketika dia melihat para naga mengalami kesulitan. CH mengepalkan tinjunya saat dia melihat Cale. CH berpikir tidak banyak yang bisa dia lakukan selain bertarung dengan pedang. Dia menyadari bahwa dia tidak memiliki kekuatan untuk membantu dalam bertahan atau memblokir. Jadi dia mengerutkan kening.

Alberu terbang ke atas kuil dengan sihir. Dia juga menggunakan sihir cahaya untuk menutupi kekuatan mana mati yang berkedip di sepanjang ujung jubahnya. Cale berkomentar kalau itu berkedip (jubah Alberu), tetapi Alberu bertanya tentang benda suci. Alberu kemudian bertanya kepada Cale apakah dia akan merobek atau membakar buku itu. Cale memandang Alberu dengan kagum. Putra mahkota ini berbicara seperti ini tentang benda suci. Cale berpikir bahwa seperti yang diharapkan, Alberu dapat diandalkan.

Alberu tidak menyukai tatapan kagum yang diberikan Cale padanya, jadi dia mengubah topik pembicaraan ke cairan merah. Cale mengatakan bahwa mereka harus menghentikannya. Keduanya dengan tenang berbicara, tidak seperti orang-orang di tempat penampungan yang sekarang gugup. Bawahan Zed mengatakan bahwa mereka harus pergi, tetapi Zed hanya diam menatap Alberu dan Cale. Alberu memberi tahu Cale agar tidak berlebihan, dan Cale menjawab kalau dia sehat-sehat saja.

Mendengar kata-kata yang tidak dapat dipercaya dari Cale, Alberu tiba-tiba menjadi marah. Tapi dia menahan diri ketika dia melihat CH menggelengkan kepalanya. Mereka tahu kalau mereka tidak boleh marah kepada pasien. Dan kekuatan Cale masih dibutuhkan karena mereka tidak bisa begitu saja membiarkan kota runtuh. Situasinya gawat, jadi Alberu tidak lagi berpikir untuk menghalangi Cale atau menjadi marah.

Pada saat itu, Alberu merinding. Eruhaben berteriak kalau itu akan segera meledak. Alberu melihat Cale menggunakan kekuatan kuno angin untuk terbang keluar dari kuil. Dia bertanya kepada yang lain di kuil apakah mereka semua bisa membantu. Mary menggunakan mana mati dan menembakkan garis hitam dari tangannya, membentuk jaring. Alberu menambahkan mana matinya ke jaring Mary karena satu-satunya orang yang melihatnya melakukan itu adalah sekutunya, yah, kecuali Clopeh.

Alberu menyadari kalau kekuatan cairan merah itu sangat luar biasa ketika dia membantu memblokirnya. Dia menjadi khawatir dan tegang. Namun, dia pikir itu patut dicoba. Dalam sejarah, tidak pernah ada catatan di mana para naga, dark elf, dan manusia saling bahu-membahu melindungi sesuatu. Jadi Alberu melihat ke orang yang membuat semua ini menjadi mungkin – Cale.

Suara sesuatu yang hancur terdengar. Itu adalah cairan merah. Alberu menjadi tegang tetapi berpikir bahwa mereka bisa melakukannya. Tapi dia tersentak ketika dia melihat sesuatu di langit. Jauh di atas cairan merah, sebuah portal terbuka, dan Raon memanggil manusianya. Cale tersenyum dan Raon menciptakan panggung besar yang terbuat dari mana. Panggung itu seperti fondasi untuk sebuah bangunan.

Rosalyn menarik mananya dari perisai, dan membantu Raon. Sebuah kastil hitam muncul di langit, dan Raon berkata bahwa dia datang ke sini bersama ibunya. Mila berteriak kalau itu akan meledak. Tetapi pada saat yang sama, seorang wanita berambut putih berkata kalau dia sedikit terlambat. Perisai yang tak terhitung jumlahnya muncul di sekelilingnya dan bergerak menuju cairan merah itu. Itu adalah Raja Naga Sheritt.

Cairan merah itu meledak seolah-olah sebuah bagian dari pegunungan besar runtuh. Semua orang di tempat itu melihat cairan merah darah menyembur keluar dan menutupi langit. Tetapi mereka juga melihat perisai perak dengan dua sayap muncul di tengah-tengah. Super Rock berkata kepada Cale kalau dia melakukannya secara berlebihan. Di tangan Cale ada topeng WS.

Saat ini, Cale menggunakan kekuatan kuno perisainya, serta kekuatan kuno air dan dinding angin milik WS yang telah dia 'rangkul.' Cale mengatakan bahwa dia harus melakukan yang terbaik. Super Rock mengatakan apa gunanya energi Cale dipulihkan oleh WT kalau dia melakukannya secara berlebihan lagi. Cale yang berwajah pucat hanya tersenyum mendengar kata-kata sedih Super Rock. Dia memperkuat kekuatan kuno perisainya.

Kekuatan kuno perisai dan vitalitas jantung saling berbagi kekuatan. Begitu Cale menikam hatinya dengan akar yang berisi fondasi WT yang abadi, tubuh dan jiwa Cale dipenuhi dengan vitalitas. Jadi kekuatan kuno perisai juga terkena efeknya dan menjadi lebih kuat. Jadi Cale percaya pada perisai itu dan menggunakan seluruh kekuatannya kepada sinar merah yang meledak itu.

Perisai menutupi kota, dan kedua sayapnya memeluk sinar merah. Seolah Cale akan menghadapi semuanya sendirian. Tapi Cale tidak sendirian kali ini. Kekuatan sekutunya kali ini ada bersamanya. Cale mengatakan bahwa itu patut dicoba. Bahkan jika dia atau orang lain pingsan, akan ada orang lain yang bisa bertahan sampai orang itu berdiri lagi. Jadi Cale tanpa rasa takut dapat mengatakan bahwa itu patut dicoba.

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 764      

>>>            

Chapter 766

===

Daftar Spoiler