Saturday, December 18, 2021

[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#769)




Chapter 769: Lahirnya Seorang Pahlawan? (3)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Cale mengenakan jubah yang diberikan Ron di atas piyamanya. Dia menyuruh CH dan Ron untuk tinggal di sini dan terus berpura-pura kalau Cale dalam kondisi kritis. Ron dengan patuh mengikuti tetapi dia tampak mengkhawatirkan Eruhaben. Rosalyn segera membuat lingkaran teleportasi dan Cale menginjaknya. Cale memberi tahu keduanya kalau Eruhaben akan baik-baik saja lantas menghilang.

Ron mendecakkan lidahnya ketika dia menyadari kalau CH kembali ke dirinya yang biasa setelah Cale pergi. Mereka mendengar suara seseorang mengetuk pintu, dan CH menuju ke pintu. Ketika CH membuka pintu sedikit, dia melihat pelayan eksklusif Raja Zed Crossman. Pelayan itu mencoba mengintip ke dalam, tetapi Ron menghalangi pandangannya dan melangkah keluar ruangan lantas menutup pintu. Pelayan itu terlihat menyesal lalu berbicara.

Dia memberi tahu Ron kalau raja sedang mencari Cale. Ron melirik ke lorong karena dia tahu kalau tidak ada yang diizinkan memasuki tempat itu kecuali mereka memiliki izin. Pelayan itu tampaknya telah diizinkan, jadi Ron menundukkan kepalanya dan meminta maaf, mengatakan kalau tuan mudanya tidak dalam kondisi untuk berbicara dengan raja. Pelayan itu menegang dan bertanya dengan hati-hati apakah itu separah itu.

Ron berbisik kepada pelayan itu dan berkata kalau tuan mudanya tidak bisa keluar. Tentu saja, Cale tidak bisa keluar karena dia sudah meninggalkan tempat itu. Ron juga mengatakan kalau sulit untuk berbicara dengan Cale saat ini. Itu juga benar karena Ron tidak dapat berkomunikasi dengan Cale tanpa perangkat komunikasi video.

Tapi pelayan itu salah paham dan menghela napas. Dia pikir Ron tidak berbohong. Dia tahu kalau Ron bukanlah pelayan biasa, tetapi tidak yakin siapa sebenarnya Ron. Dia memberi tahu Ron kalau dia akan memberi tahu raja apa yang dikatakan Ron, dan Ron meminta maaf lagi. Pelayan itu menolak permintaan maafnya, mengatakan kalau dia berharap komandan akan segera sembuh. Dia mungkin seorang pelayan yang memusatkan semua perhatiannya pada info, kekuasaan, dan politik, tetapi dia juga memiliki perasaan dan hati nurani.

Pelayan itu pergi dan Ron kembali ke kamar tidur. CH keluar dari pintu untuk menjaga kamar, tetapi mendengar Ron membuka jendela dan berkata kepada CH kalau dia akan memeriksa pelayan itu. Ron pergi dan CH tersenyum dan menutup pintu. CH berdoa sebentar agar Eruhaben segera sembuh. Dia menunggu kembalinya Cale dan membuat resolusi pada dirinya sendiri untuk menjadi lebih kuat.

***

Anak-anak menyapa Cale dengan sebuah pelukan, dan Cale sedikit tersandung lantas mendorong mereka menjauh dan menuju ke tempat tidur. Cale memberi isyarat kepada On yang mengangguk dan membawa anak-anak keluar dari kamar. Eruhaben menyapanya dengan suara lemah, dan Cale menjawab kalau kondisinya (Cale) tidak terlalu serius. Eruhaben tertawa mendengar jawaban blak-blakan itu. Dia tampak lemah, tetapi matanya jernih.

Mila yang duduk di samping tempat tidur mengatakan kalau Eruhaben sedang sekarat. Eruhaben mengoreksinya, mengatakan kalau itu karena usia tua. Tetapi Rosalyn mengangkat suaranya dan mengatakan kalau itu karena dia mengeluarkan kekuatan berlebihan dan bukan karena usia tua. Rambut pirang Eruhaben yang tadinya bersinar indah sekarang telah kehilangan kilaunya dan menjadi kusam. Dari ujung rambutnya, warna emas cemerlang itu perlahan memudar. Rosalyn menggigit bibirnya dan memandang Cale dan Mila.

Rosalyn mengambil guci kecil di meja samping tempat tidur. Tadinya guci itu penuh retakan, tapi sekarang retakannya sudah hilang semua. Mila bertanya pada Cale apa yang harus mereka lakukan. Dia mengatakan kalau dia telah menggunakan atributnya untuk menghilangkan retakan di guci itu, tetapi karena item tersebut memiliki penggunaan yang terbatas, memperbaikinya tidak akan meningkatkan penggunaannya. Cale menyuruh Eruhaben untuk meminumnya, tetapi Eruhaben malah memejamkan matanya.

Cale duduk di sebelah Mila dan menjelaskan tentang penggunaan guci itu. Guci itu akan terisi air, dan ketinggian airnya akan sama dengan berapa lama si peminum ingin hidup. Waktu itu Eruhaben minum sedikit karena dia berpikir kalau satu tahun sudah cukup bagi mereka untuk membunuh WS. Itulah mengapa Eruhaben mengatakan kalau bahkan jika dia memegang guci itu, airnya tidak akan bertambah lagi.

Eruhaben memberi tahu Cale di masa lalu kalau dia ingin menyimpan guci itu jika ada yang terluka. Tapi sekarang, Cale menyuruhnya membuka matanya. Eruhaben menutup matanya, tetapi membukanya ketika dia mendengar Cale menyuruh Rosalyn untuk memegang guci itu. Rosalyn memegangnya, dan Cale menyuruh Eruhaben untuk melihatnya. Eruhaben membuka matanya dan melihat Rosalyn yang berwajah pucat tersenyum padanya. Guci di tangannya tidak terisi air.

Cale kemudian memanggil Mila, dan dia mengambil guci itu dari Rosalyn. Guci itu juga tidak terisi air. Cale bertanya pada Eruhaben apakah dia ingin melihatnya lagi. Dia mengatakan kalau orang lain akan sama saja. Bahkan jika mereka memegang guci itu, guci itu tidak akan terisi dengan air. Eruhaben tahu alasannya. Dia tahu kalau semua orang ingin agar dia menjadi orang yang menggunakannya dan bukan mereka.

Cale mengingat apa yang dia katakan kepada Eruhaben saat itu. Kalau akan tiba hari ketika dia akan menawarkan guci itu kepada Eruhaben lagi. Guci itu akan terisi dengan air saat itu. Cale sekarang meletakkan guci itu di tangan Eruhaben. Cale yakin kalau setelah bertarung dengan WS, jika Eruhaben memiliki seseorang yang berharga di sisinya dan kalau dia ingin bersama mereka, dia akan ingin hidup lebih lama.

Cale bertanya kepada Eruhaben apakah dia benar, dan Eruhaben menjawab kalau dia (Eruhaben) tidak tahu malu. Guci di tangannya penuh dengan air. Cale berkata apa salahnya tidak tahu malu? Jika dia ingin hidup lebih lama, maka dia harus hidup. Kekuatan kuno perisai menimpali dan mengatakan kalau Cale mungkin berumur panjang juga. Cale mengabaikannya dan tersenyum pada Eruhaben yang tampaknya diliputi oleh emosinya.

Cale mengatakan kalau jika dia bekerja keras, dia harus mendapatkan bonus sebanyak itu. Eruhaben tersenyum dan Cale menyuruhnya meminumnya. Tapi Eruhaben berhenti dan menatap Cale ketika dia mendengar Cale berkata, "Jika kamu tidak meminumnya, aku akan dengan paksa membuka mulutmu dan menuangkan semuanya." Eruhaben terkejut ketika dia melihat tatapan Cale. Cale mengulangi kalau dia akan melakukannya. Cale terlihat sangat serius sehingga Eruhaben merinding ketika tatapan Cale mengingatkannya pada Clopeh Sekka.

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 768      

>>>            

Chapter 770

===

Daftar Spoiler 


Thursday, December 16, 2021

Remarried Empress (#281) / The Second Marriage



 

Chapter 281: Yang Mana (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

"Aku senang mendengar kakakku berhasil mengatasi bandit Seribu Abadi."

Aku memercayainya, tetapi aku lega mendengar dari mulut Heinley bahwa semuanya berjalan dengan baik.

Aku tersenyum begitu saja setelah ketegangan dalam diriku menghilang. Heinley segera melanjutkan, mengatakan itu bukan akhirnya.

Ketika Heinley naik takhta dia telah menciptakan posisi kesatria kehormatan, dan dia ingin memberikan posisi itu pada kakakku.

“Tidakkah menurutmu akan ada orang yang tidak menyukainya?”

Tentu saja aku setuju, tetapi pada saat yang sama itu membuatku khawatir. Namun, Heinley berkomentar tentang seberapa banyak negara lain telah menderita akibat bandit Seribu Abadi, memuji saudaraku atas kontribusinya yang sangat besar dalam mencegah Kekaisaran Barat terlibat dalam konflik semacam itu.

Meskipun itu benar, aku merasa malu mendengarnya darinya, jadi aku mengangguk pelan.

Setelah mengobrol lama, Heinley berseru, "Ah!" seolah-olah dia telah mengingat sesuatu dan pergi ke kamarnya setelah memintaku untuk menunggu sebentar.

Tak lama kemudian, Heinley muncul dengan botol minuman keras hijau besar.

"Apa itu?"

“Ini hadiah dari Grand Duke Kapmen sebagai permintaan maaf atas apa yang terjadi sebelumnya.”

Grand Duke Kapmen?

Heinley duduk di kursi di meja dan menunjukkan sebotol minuman keras.

"Ini adalah minuman keras yang sangat berharga yang diminum oleh Keluarga Kerajaan Rwibt."

Seperti yang dia katakan, label pada botol minuman itu ditulis dalam bahasa Rwibt, dan di atasnya juga merupakan simbol yang mewakili keluarga kerajaan.

Membantu menyelesaikan kasus Christa, serta kasus hantu, dan memberi Heinley hadiah terpisah…. Grand Duke Kapmen tampaknya terus berusaha untuk menebus kesalahannya hari itu.

"Mari kita minum bersama, Ratuku."

"Sekarang?"

Heinley membawa dua gelas dan meletakkannya di atas meja, melepas gabus dan menuangkan minuman keras.

Botolnya berwarna hijau, tetapi cairan di dalamnya berwarna keemasan dan berkilau.

"Cairannya cantik."

"Ya, benar."

Ketika aku mengangkat gelas dan menyesapnya, rasanya sangat manis. Rasa yang begitu manis dan halus sehingga tidak terasa seperti minuman keras.

"Sangat lezat."

"Ya."

Heinley sepertinya sangat menyukainya sehingga dia meminum semua minuman keras di gelasnya dengan cepat.

Tanpa keju atau sandwich, kami minum terus-menerus.

Saat kami menjadi lebih nyaman, kami jadi lebih sering tertawa.

Heinley terlihat lebih manis dari biasanya, dan cahaya di kamarku tampak lebih terang. Lantai dan langit-langitnya berputar.

Tertawa bahagia, aku menyandarkan kepalaku di bahu Heinley, yang segera meraih pinggangku dan menarikku ke arahnya.

Aku spontan menciumnya, dan aku bisa mencium aroma manis di mulutnya.

Dan…

“?”

Ketika aku sadar kembali, aku berbaring di tempat tidur. Ada bantal di tanganku, yang setengah robek.

Apa yang terjadi?

Saat aku melemparkan bantal ke samping dengan bingung, bulu-bulu putih dari dalam bantal terbang keluar.

Ini adalah ... kamar tidur bersama. Aku berada di ranjang batu manna.

Sepertinya aku datang langsung ke kamar tidur bersama, setelah mabuk, karena aku masih mengenakan gaun yang sama.

Omong-omong, Heinley? Di mana Heinley?

Apakah dia bangun lebih dulu dan pergi untuk menyiapkan sarapan?

Saat aku menguap, mengingat apa yang dia lakukan setiap pagi, aku melihat sesuatu berwarna keemasan di antara seprai.

Queen?

Itu adalah tubuh bagian belakang Queen.

Heinley menjadi Queen karena minuman keras?

Lucunya!

Aku tersenyum dan segera meraih Queen dengan kedua tangan.

Setelah mengangkatnya, aku meletakkannya di pangkuanku…

“Heinley!”

***

Dalam beberapa hari terakhir, desas-desus mengerikan telah beredar di ibukota Kekaisaran Timur.

Tentang seorang pelayan yang telah dijatuhi hukuman mati setelah memukul permaisuri dengan kursi.

Orang-orang bertanya-tanya apakah pelayan itu gila.

"" Dia berani mengayunkan kursi ke permaisuri! Bagaimana bisa ada orang gila seperti itu di dunia ini?”

“Tidak ada yang mau.”

"Dia tidak punya akal sehat."

“Kabarnya dia adalah putri seorang tahanan yang dijatuhi hukuman mati, dia tidak dapat menemukan pekerjaan karena ayahnya, jadi Permaisuri mempekerjakannya agar dia dapat bertahan hidup. Dia sangat tidak tahu berterima kasih, kan?”

Ketika orang-orang mendengar desas-desus itu, mereka mulai berbisik dengan jijik.

Tapi kemudian, sebuah surat kabar yang agak terkenal menerbitkan artikel yang sangat bertentangan dengan pendapat orang-orang.

[Tidak ada pelayan Permaisuri Rashta yang lama berada di sisinya. Tidak ada yang mengundurkan diri atas kehendak bebas mereka sendiri. Ini telah terjadi dari hari-harinya sebagai selir hingga hari ini, dan para pelayan telah dihukum dan diusir karena berbagai alasan, seperti pil aborsi, penipuan, penyerangan, dll ... Sedangkan mantan Permaisuri Navier, yang sekarang Permaisuri Kekaisaran Barat, hanya ada dua wanita yang mengundurkan diri dari pekerjaan pelayan mereka, tetapi alasannya adalah yang satu akan menikah dan yang lainnya hamil. Mereka tidak dikeluarkan setelah dihukum. Bahkan pelayan yang mengundurkan diri karena kehamilannya kemudian kembali lagi. Jadi mengapa masalah seperti itu muncul dengan Permaisuri Rashta? Apakah dia diserang karena menjadi orang biasa? Namun, semua pelayan adalah orang biasa. Jika dia merasa tidak nyaman karena menjadi orang biasa, itu tidak akan terjadi dengan para pelayan. Pada titik ini, saya benar-benar bertanya-tanya apakah masalah ini berkaitan dengan kepribadian Permaisuri Rashta, yang bahkan bawahannya sendiri tidak tahan kepadanya.].

Rashta senang membaca koran rakyat jelata, di mana artikel yang memujinya sering diterbitkan.

Karena itu, dia bisa langsung membaca artikel ini. Begitu Rashta membacanya, dia ketakutan dan pergi mengunjungi Sovieshu.

"Yang Mulia, lihat ini."

Sovieshu menerima koran dari tangan Rashta.

Dia kemudian dengan cepat membaca artikel itu dan berkata sambil menghela napas,

“Sepertinya jurnalis itu marah.”

“Apa maksudmu dengan jurnalis itu?”

“Lihat nama jurnalisnya. Bukankah dia saudara dari pelayan yang kamu kirim ke penjara?”

"Ah! Tidak mungkin, itu jurnalis yang muncul di aula audiensi.”

“Ya, itu dia.”

Rashta bergidik ketika dia mengingat jurnalis rakyat jelata yang memohon padanya untuk menemukan saudara perempuannya.

"Tidak mungkin, apakah dia melakukan ini karena dia pikir saudara perempuannya menghilang karena Rashta?"

Kemudian dia bergerak lebih dekat ke Sovieshu dan memohon padanya.

“Yang Mulia. Tolong hentikan orang itu menulis artikel seperti ini. Citra Rashta mungkin terpengaruh.”

Namun, Sovieshu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan berat,

“Sepertinya dia sangat kesal. Kamu tidak pernah tahu bagaimana dia akan bereaksi jika terpojok, jadi lebih baik biarkan saja dia.”

"Membiarkannya? Apa kamu serius?"

“Itu adalah rumor yang akan hilang dengan sendirinya jika tidak ada yang terjadi untuk memperkuatnya di masa mendatang.”

Sovieshu menunjuk artikel itu dan menjelaskan,

“Ini adalah argumen berlebihan yang sesuai dengan situasi, tanpa bukti nyata. Argumen seperti itu hampir tidak berkelanjutan. Ini seperti sarang lebah. Yang terbaik adalah membiarkannya untuk saat ini.”

"… Tidak apa-apa."

Bagi Rashta, kata-kata Sovieshu terdengar cukup masuk akal. Namun, dia tidak lagi sepenuhnya memercayai Sovieshu.

Di masa lalu, dia akan memercayainya tanpa ragu-ragu, tetapi sekarang dia merasa sulit untuk melakukannya.

Sama seperti ketika dia membuat Navier tersisih begitu dia muncul, Rashta berpikir kalau mungkin penampilan Evely telah menyebabkan dia kehilangan minat padanya.

Akhirnya, Rashta pergi menemui Duke Elgy untuk menanyakan hal ini kepadanya.

Dan sekitar dua puluh menit kemudian.

Sovieshu tertawa terbahak-bahak ketika mendengar kalau Rashta pergi menemui Duke Elgy.

Itu adalah tawa yang sedih.

"Apa yang akan Anda lakukan?"

Ketika kesatria itu bertanya, Sovieshu melambaikan tangannya.

"Tidak ada. Biarkan saja.”

Kesehatan bayinya yang penting, bukan reputasi Rashta.

"Dia bisa punya hobi apa pun yang dia inginkan jika itu membuatnya merasa nyaman."

***

Sementara itu.

William, bertemu kembali dengan keluarganya di Liberty Mansion setelah sekian lama.

William berbicara dengan penuh semangat tentang segala macam hal, dan juga menyebutkan 'tugas yang diberikan oleh permaisuri' beberapa hari yang lalu.

William mengatakannya dengan santai, tetapi ekspresi Duke Liberty berubah serius ketika dia mendengar ini,

“Ada apa, ayah?”

William bertanya dengan prihatin. Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Atau apa dia kesal karena aku melakukan tugas yang diberikan kepadaku oleh permaisuri?

Namun, kata-kata yang diucapkan Duke Liberty selanjutnya benar-benar berbeda dari yang diharapkan William.

"Jika kamu punya kesempatan lain di masa mendatang, beri perhatian lebih dan lakukan dengan benar."

"Hah?"

"Jika kamu bertemu permaisuri lagi, perhatikan tindakanmu dan pastikan untuk mendapatkan kepercayaannya."

"Apa?"

Ketika William menatapnya dengan bingung, kakak laki-lakinya berkata dengan nada, 'Apa kamu tidak paham?'

"Ayah ingin kamu menjadi bagian dari faksi Permaisuri."

William terkejut dan bertanya, "Apa kau serius?"

Dia tahu bahwa ayah dan saudara laki-lakinya tidak mendukung permaisuri. Tapi tiba-tiba, mereka ingin dia menjadi faksi permaisuri?

“Aku tidak berpikir ujian aneh yang dilakukan Permaisuri kepada kalian berdua adalah untuk membantumu. Itu mungkin untuk membantu Mullaney.”

"Aku dengar kalau Mullaney juga tidak memiliki kontak dengan Permaisuri."

"Bagaimanapun, hasilnya yang penting."

Tersenyum lebar, Duke Liberty membelai rambut William.

“Jika kamu menonjol di atas Mullaney, kamu akan mendapatkan kepercayaan Permaisuri. Dia adalah orang yang pragmatis.”

"Ah…"

"Lakukan apa pun untuk menjadi bagian dari faksi Permaisuri."

"Kalau begitu aku akan mengambil jalur yang berlawanan dari ayah dan saudara laki-lakiku, kan?"

Ketika William berbicara dengan sedih, Duke Liberty tertawa terbahak-bahak.

"Tidak. Jika kita melakukan ini, keluarga kita tidak akan terpengaruh bahkan jika salah satu dari kedua belah pihak runtuh.”

Senyum lebar di wajahnya menghilang begitu William pergi.

Duke Liberty menoleh ke putra sulungnya dengan tatapan serius,

“Kapal kita memiliki terlalu banyak lubang di dalamnya. Aku akan mencoba untuk memperbaikinya, tetapi kalau begini kita akan tenggelam. Jadi kamu harus membantu adikmu. Dia bisa menjadi harapan terakhir untuk menyelamatkan keluarga kita.”

"Bukankah lebih baik memihak permaisuri sekaligus?"

“Bahkan jika kita mendukung permaisuri sekarang, dia tidak akan pernah benar-benar memercayai kita. Jika kita tidak bisa mendekat, kita tidak perlu mengibaskan ekor kita terlebih dahulu.”

Begitu Duke Liberty mengatakan sudut pandangnya, dia mengeluarkan sebuah amplop dari saku dadanya dan menyerahkannya kepada putra sulungnya.

"Lihat ini."

"Apa itu?"

"Ini adalah surat yang ditinggalkan Christa sebelum dia pergi."

Putra sulungnya membuka amplop itu dengan terkejut.

Surat itu berisi apa yang Christa dengar dari Rashta.

[Menurut wanita itu, penyebab pasti perceraian Permaisuri Navier bukanlah dirinya sendiri, tetapi ketidaksuburan Permaisuri. Aku tutup mulut karena aku menyesali apa yang mungkin terjadi jika fakta ini diketahui dunia, tetapi sekarang setelah semuanya sampai pada titik ini, aku bertanya-tanya apa gunanya tutup mulut.]

Putra sulungnya memandang Duke Liberty dengan ekspresi kaku.

“Ayah, ini…”

“Pertama kita perlu memeriksa apakah itu benar. Kita perlu menangani masalah ini dengan sangat hati-hati.”

"Ya."

"Kirim seseorang ke Permaisuri Rashta untuk memastikannya."

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 280            

>>>             

Chapter 282

===

Daftar Chapters 


Remarried Empress (#280) / The Second Marriage

 



Chapter 280: Yang Mana (1)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Ketika huru-hara hantu itu berakhir, aku teringat sesuatu yang diberitahukan Kapmen kepadaku saat itu, tetapi aku kesampingkan.

Duke Liberty menutup mata meskipun dia tahu huru-hara hantu itu disebabkan oleh Marquis Ketron.

Saingan Mullaney, William, adalah putra Duke Liberty.

Meskipun dia mengirimnya untuk diadopsi, William dan Duke Liberty tidak memiliki hubungan yang buruk. Itu adalah keputusan yang dia buat demi masa depan putranya.

Jadi, William juga dipengaruhi oleh pemikiran Duke Liberty?

Memang benar bahwa Keluarga Amares hampir netral sekarang, tetapi itu bisa berubah arah jika William menjadi penerusnya. Satu lagi alasan bagi Mullaney untuk menjadi penerusnya.

Namun, itu adalah masalah keluarga, baik Heinley maupun aku tidak boleh campur tangan.

Pada akhirnya, aku memanggil Mullaney setelah merenung lama.

Awalnya, perjanjian rahasia dengan Mullaney adalah untuk menjauhkan Christa.

Sekarang dia benar-benar pergi, tidak ada alasan lagi untuk sangat berhati-hati.

Tak lama setelah aku memanggilnya, Mullaney muncul,

Dia tampak kelelahan, seolah-olah dia datang berlari.

"Anda ingin bertemu dengan saya, Yang Mulia."

“Apakah kamu sibuk?”

"Tidak, saya berada di sekitar sini."

Aku meminta seorang ajudan untuk membawakan teh. Setelah beberapa saat, ajudan itu kembali dan aku memberikan secangkir teh kepada Mullaney.

Begitu dia tenang, aku mengaku dengan jujur,

"Tugas yang aku berikan sebelumnya adalah skenario yang sengaja aku buat sehingga kamu bisa menunjukkan kemampuanmu."

Mullaney menatapku dengan cangkir teh di tangannya.

"Saya minta maaf atas apa yang terjadi."

Mengapa dia mengatakan itu?

Mullaney tidak bergerak saat dia memegang cangkir tehnya. Bahkan kelopak matanya pun tidak. Pipinya yang merona semakin memerah. Dia tampak malu.

"Nona Mullaney, ada apa?"

Ketika aku bertanya dengan rasa ingin tahu, dia berkedip beberapa kali, menurunkan cangkir teh dan meletakkannya di pangkuannya.

Akhirnya, dia dengan ragu-ragu mengaku,

“Laporan sebelumnya. Sebenarnya saya yang menyalinnya, Yang Mulia.”

Ini tidak terduga.

Tidak pernah diketahui siapa di antara keduanya yang menyalin laporan itu, tapi tentu saja aku tidak percaya Mullaney orangnya.

Aku merasa kalau kepribadiannya mirip dengan Nian, dengan kebanggaan yang begitu kuat sehingga dia tidak akan meniru siapa pun bahkan jika dia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

"Kenapa kamu melakukan itu? Aku tidak menyangka kamu adalah orang seperti itu.”

Ketika aku berkata dengan nada kecewa, Mullaney ragu-ragu menjelaskan,

"Saya melakukannya karena saya marah."

"Kamu marah?"

"Ayah saya mengetahui kalau saya bersaing dengan William dalam tugas yang sama."

“Apa itu sebuah masalah?”

“Masalahnya bukan itu saja.”

Mullaney mendengus dengan wajah marah. Namun, dia juga terlihat terluka.

“Masalahnya adalah ayah saya membantunya. Dia ingin William mengalahkan saya.”

Oh.

“Saya sangat marah sehingga saya menyalin penelitian William. Meskipun saya awalnya ingin mendasarkan penelitian saya pada masalah lain.”

Kata-kata Mullaney mengejutkanku. Tetapi lebih dari fakta Mullaney menyalin laporan William, aku lebih terkejut dengan hal lain.

"Itu aneh."

"Maafkan saya. Saya mengecewakan Anda.”

"Bukan itu."

Dapat dimengerti kalau orang muda yang tidak berpengalaman akan secara tidak sengaja menulis laporan yang salah. Karena itu, dia tidak mengharapkan laporan yang sempurna dari mereka.

Namun, jika Marquis Amares terlibat dalam laporan itu, itu adalah masalah yang berbeda.

Dia adalah seorang pria dengan banyak pengalaman dan kemampuan bisnis. Dia harusnya lebih baik daripada aku di bidang ini.

Tapi benarkah dia mengabaikan kesalahan yang begitu jelas bagiku? Itu tidak masuk akal.

Jelas Marquis Amares telah menjelaskan dengan maksud lain kepada William.

“Yang Mulia?”

Sementara aku tetap diam, Mullaney memutar-mutar jarinya dengan cemas.

Aku menyimpulkan setelah mengatakan kepadanya apa yang aku pikirkan,

“Ada dua kemungkinan. Tidak seperti yang diketahui, ayahmu adalah pendukung Christa, atau dengan harapan kamu akan melakukannya lebih baik daripada William, dia sengaja memberinya informasi palsu.”

Bagaimanapun juga, dia jelas berbeda dari gambaran dirinya saat ini.

Mullaney memikirkannya sejenak, lalu tersenyum sedih,

“Pasti yang pertama. Ayah saya tidak akan memberikan informasi palsu kepada William demi saya.”

“Memperhatikan mulai sekarang adalah satu-satunya cara untuk mengetahui yang mana itu.”

“…”

“Bagaimanapun, yang bisa aku lakukan untukmu adalah menyiapkan panggung lain di mana kamu dapat menunjukkan bakatmu. Terserah kamu, Nona Mullaney, untuk mendorong lawanmu dan bersinar. Kamu harus melakukannya sendiri.”

"Ya…"

“Aku mengerti itu membuatmu marah. Tapi aku harap kamu tidak mengacaukannya lain kali dengan terlalu fokus pada William.”

Setelah memberinya kesempatan lagi, Mullaney bertanya dengan suara rendah,

"Apakah Anda tidak kecewa pada saya?"

“Tentu saja, aku kecewa.”

Bagaimana aku tidak kecewa? Akan lebih baik jika dia bertindak lebih rasional.

"Tapi itu tidak merusak aliansi kita."

Duke Liberty memusuhi Heinley, dan putranya tidak bisa dipercaya. Sewajarnya, aku hanya bisa memberi Mullaney kesempatan lagi.

"… Terima kasih. Saya tidak banyak membantu Anda, jadi saya pikir Anda tidak akan repot-repot melanjutkan aliansi.”

“Tidak benar memegang tangan seseorang ketika kamu membutuhkannya dan melepaskannya ketika tidak lagi berguna.”

***

Heinley benar-benar senang mendengar berita kemenangan Koshar dan mundurnya seribu bandit abadi.

Laporan itu juga mencatat bahwa Koshar telah menjadi pahlawan bagi penduduk setempat, dan serangkaian perayaan desa diadakan untuk menghormatinya.

Setelah membaca laporan itu, Heinley bertanya kepada McKenna sambil tersenyum,

“Ketika Koshar kembali, aku ingin menjadikannya kesatria emas pertama. Bagaimana menurutmu?"

Kesatria emas adalah posisi baru yang diciptakan oleh Heinley setelah dia naik takhta.

Itu adalah semacam posisi kehormatan yang bisa diberikan kepada kesatria selain Pengawal Kekaisaran, meskipun itu hanya bisa diberikan kepada dua orang dalam setahun dengan memilih mereka yang 'sangat setia'.

Heinley ingin menggunakan posisi ini untuk meningkatkan loyalitas dan semangat bersaing individu-individu berbakat.

Tapi dia belum memutuskan siapa yang harus menjadi kesatria emas pertama. Dalam banyak hal, Koshar tampaknya sangat cocok dengan posisi itu.

McKenna setuju sambil tersenyum,

“Tidak akan ada yang bisa membantahnya.”

"Apakah terlalu mencolok untuk juga menempatkan Viscount Langdel sebagai kesatria emas?"

"Ya. Kebanyakan orang tidak akan mendukung.”

"Kau pikir begitu?"

"Saya pikir begitu."

Heinley menyayangkan itu, tetapi dia menyerah dengan cepat.

Sebagai gantinya, dia pergi ke kamar permaisuri segera setelah dia menyelesaikan tugasnya untuk memberikan kabar baik ini padanya.

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 279            

>>>             

Chapter 281

===

Daftar Chapters