Saturday, October 30, 2021

[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#755)




Chapter 755: Situasi Seperti Ini Menyenangkan (5)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Tapi ada orang yang tidak tersenyum. Seekor naga emas terbang di langit. Seekor naga krem ​​dan naga abu-abu mengikuti di belakangnya. Orang merah jambu yang duduk di atas naga krem ​​juga terlihat seperti naga. Semua orang yang berada di bawah tidak bisa berkata-kata. Tapi mereka mendengar Hannah tertawa terbahak-bahak. Dia menunjuk ke langit dan berseru, “Cale Henituse, dasar b*jingan gila! Aku belum pernah melihat pemandangan yang begitu langka dalam hidupku!”

Dia senang dengan persiapan Cale yang luar biasa, dan melihat sekelilingnya, mendapati Sayeru yang sedang berlari menuju kuil. Dia berteriak kalau Sayeru akan menjadi persembahan hari ini. Dia berlari ke arah Sayeru saat kegilaan di matanya dipenuhi dengan kemarahan, kegembiraan, dan kesedihan. Hannah berteriak bahwa dia akan menjadikan Sayeru sebagai persembahan pertama untuk kemenangan mereka. Sayeru mengutuk ketika dia melihatnya. Dialah yang memberi tahu si kembar bahwa Jack akan menjadi persembahan, meskipun dia tidak lagi mengingatnya.

Mereka kemudian mendengar seseorang berkata bahwa itu akan jadi masalah. Para naga-lah yang berbicara. Mila berkata, “Benda itu sebagai persembahan, aku tidak ingin menggunakannya di kebunku.” Rasheel berkata, “Haa… aku datang ke sini karena aku terbangun. Haa… aku marah.” Dodori berkata, “Batu, banyak batu! Jantungku tiba-tiba berdebar!” Bayangan naga besar menutupi kuil dan alun-alun.

Eruhaben ber-polimorf {berubah wujud} menjadi naga dan turun di depan iw!WS yang tertawa terbahak-bahak. Eruhaben berpikir bahwa ini adalah WS terlemah yang pernah dia temui. Darah menetes dari belakang kepala iw!WS dan sekujur tubuhnya luka-luka. Warna wajahnya juga tidak bagus. Eruhaben mengatakan bahwa ini adalah kesempatan yang dibuat oleh b*jingan sial itu. iw!WS mengangguk dan akhirnya mengakui Cale.

iw!WS berpikir bahwa Cale telah mempersiapkan diri dengan serius untuk hari ini dan bahwa mereka mungkin saja akan menang. Dia berpikir bahwa semuanya akan berakhir setelah satu tahun, tetapi Cale telah menyiapkan sesuatu seperti ini. iw!WS menyesal tidak membunuh Cale saat itu. Eruhaben tersenyum dan bertanya mengapa dia tidak membunuh mereka saat itu. Mila dan Rasheel ber-polimorf menjadi manusia, sementara Dodori tidak terlihat.

Mila mengatakan bahwa dia cukup lelah, jadi mereka harus menyelesaikannya dengan cepat. iw!WS mengutuk dan menggunakan semua kekuatan kuno yang bisa segera dia gunakan. Rasheel dengan ringan mendengus dan berlari lurus ke arahnya. Tapi Dorph berlari menuju iw!WS. Lock kehilangan Dorph saat Dorph berlari ke iw!WS sembari dikelilingi oleh elemen kegelapan.

Tapi Rasheel berbalik dengan wajah acuh tak acuh, berkata, "Apa anak singa jahat ini mencoba menghentikanku?" Rasheel menggunakan atributnya dan mendekati Dorph dengan kesal. Rasheel melanjutkan, “Beneran? Kamu beneran ingin menghentikanku?” Dia kemudian mengangkat tinjunya dan mulai memukuli Dorph. Sama seperti bagaimana di kehidupan nyata Rasheel memukuli Dorph, situasi yang sama terjadi di dunia ilusi ini.

Rasheel kemudian mendengar seseorang berteriak, “Mulut! Pukul mulutnya! Jangan biarkan mulut itu mengeluarkan omong kosong seperti itu!” Dia berhenti dan berbalik ke pria berambut merah yang berlumuran darah. Pria itu sedang berbicara dengannya dengan senyum lebar sementara darah memenuhi mulutnya. Rasheel bertanya-tanya siapa b*jingan gila itu. Tidak ada yang membuat Rasheel takut, tapi b*jingan gila itu membuatnya merasa sedikit tidak nyaman.

Pada saat itu, Eruhaben mengatakan bahwa pria itu adalah komandannya. Rasheel kemudian berkata bahwa orang yang menemukan mereka benar-benar gila... tapi kata-katanya terhenti saat dia berbalik dan mengayunkan tinjunya ke mulut Dorph dengan ketepatan yang luar biasa. Dia mendecakkan lidahnya dan melihat tinjunya, mengatakan Dorph meneteskan air liurnya di atasnya. Dia mulai melancarkan serangan membabi buta pada Dorph dengan murka.

Mila dan Eruhaben juga mulai bertarung melawan iw!WS. Eruhaben dan iw!WS bertarung, sementara Mila membidik setiap celah yang muncul. iw!WS mengerutkan kening ketika dia menyadari bahwa dia telah kehilangan terlalu banyak kekuatannya karena pertarungannya melawan Cale. Sebaliknya, naga-naga itu dalam kondisi baik. Saat dia dan para naga bertarung, Sayeru menengadah ke langit dan tertawa terbahak-bahak. Perangkat komunikasi video di tangannya menerima berbagai pesan dari para pendeta di seluruh benua.

Para pendeta melaporkan bahwa kuil di ibukota Kerajaan Caro sedang diserang. Jopis dan beberapa pemberontak juga menghancurkan kuil di Kerajaan Molden. Guild tentara bayaran dan pasukan ranger juga menghancurkan kuil dengan memasang bom sihir. Toonka dan pasukannya menyerang kuil di Kerajaan Whipper. Litana yang telah menghilang kembali dengan pasukannya dan menyerang kuil di hutan. Semua pendeta yang menelepon meminta bantuan dari Sayeru.

Berita yang sama datang dari perangkat komunikasi video Alberu. Cale berdiri dan bertanya apakah Alberu sudah siap. Alberu tersenyum dan mengatakan bahwa tentu saja, dia tidak bisa hanya menonton. Semua orang telah menunggu kesempatan itu. Tujuan mereka mungkin berbeda, tetapi mereka semua memiliki satu tujuan. Sayeru menjadi gila dan terus tertawa terbahak-bahak. Hannah menatapnya tanpa mengatakan apa-apa lantas menurunkan pedangnya.

Sayeru bertanya-tanya bagaimana banyak hal bisa berubah hanya dalam sekejap. Dia menatap kosong pada para pendeta yang melarikan diri dari kuil dan CH dan Rosalyn menghancurkannya. Sayeru tahu bahwa iw!WS dan bawahannya kuat dan telah mempersiapkan ini sejak lama. Tapi apa yang terjadi sekarang? Perangkat komunikasi video Sayeru menyala saat pesan baru masuk.

Sebuah suara elegan terdengar. Violan-lah yang melaporkan bahwa kuil di wilayah Henituse telah dihancurkan, dan Duke Deruth telah memimpin pasukannya ke Puzzle City. Semua kuil di timur laut juga akan dihancurkan. Dia mengatakan bahwa dia menelepon Sayeru untuk memberitahunya bahwa mereka akan membalikkan segalanya. Dia dengan anggun mengatakan bahwa dia ingin membunuh Sayeru dengan tangannya sendiri, tetapi berpikir bahwa dia akan mati sebelum itu. Violan mengucapkan selamat tinggal dan Sayeru melemparkan perangkat komunikasi video ke tanah, menyebabkannya retak.

Sayeru menghela napas berat dan melihat Hannah dan musuh-musuhnya mendekatinya. Dia menyadari bahwa dia telah menjadi yang diburu bukannya pemburu. Dia melihat orang yang menciptakan situasi ini, Cale. Alberu bertanya pada Cale ada apa, tetapi Cale tidak menjawab. Cale melihat sekeliling medan perang dan menutup matanya. Dia bisa mendengar suara dewa tersegel.

SG berbicara bahwa tes terakhir tidak terlalu sulit bagi Cale. Suara SG terdengar sangat baik dan formal. SG bertanya pada Cale apakah dia ingin membuat kesepakatan. Cale membuka matanya, dan SG mengatakan kalau dia akan menunggu di ruang bawah tanah kuil. Cale menoleh ke kuil yang sekarang hancur, dan SG melanjutkan kalau dia akan memberi tahu Cale kebenaran tentang para pemburu dan cerita yang akan menguntungkan Cale.

Cale perlahan berjalan menuju kuil ketika SG mengatakan bahwa mereka ingin berbicara serius dengan Cale sebelum ujian selesai. SG menambahkan bahwa tidak apa-apa jika dia ingin mendengarkan semuanya terlebih dahulu sebelum menerima kesepakatan. Cale mengangguk dan setuju untuk mendengarkan SG. Tetapi dalam hati, Cale menyebut kesepakatan itu sebagai omong kosong sambil dia mengutuk SG. Hanya informasi tentang SG di ruang bawah tanah kuil yang penting baginya. Dia dengan erat mencengkeram batu di tangannya, dan Super Rock bertanya kebingungan apakah Cale akan membunuh dewa. Tapi Cale hanya tersenyum sambil membelai batu di tangannya.

***

Clopeh Sekka tersenyum cerah ketika dia melompati tembok penjara yang telah dia hancurkan. Dan dia berbicara dengan hormat dengan nada serius.

"Cale-nim, saya di sini untuk menyelamatkanmu."

Cale dalam ilusi ini berkata dengan cemberut.

“…Ya, ayo pergi. Sir Clopeh.”

"Seperti yang diharapkan dari si gila Clopeh!"

Saat dia mendengar teriakan Raon, Clopeh menyipitkan alisnya.

Suara-suara terdengar di belakangnya.

“Tangkap si pengkhianat Clopeh Sekka!”

“Musuh melarikan diri! Penolongnya adalah Clopeh Sekka!”

"Tangkap mereka! Jangan biarkan mereka melarikan diri!"

Segera, senyum bahagia menyebar di bibir Clopeh. Dia berbicara lagi dengan gembira kepada Cale yang tampak enggan dan tidak nyaman.

"Ayo pergi."

Kemudian dia mendengar suara yang familiar.

-Semua kemarahan telah teratasi.

Cahaya hitam mulai menutupi area di sekitar Clopeh.

“Serius, ujian yang luar biasa. Ilusi ini adalah yang paling konyol.”

Clopeh berkata dengan tenang ketika dia melihat cahaya merah di dunia yang telah berubah menjadi sangat gelap.

“…!”

Cahaya merah berubah menjadi sepasang mata merah.

Saat dia mengenali bahwa itu adalah mata, penglihatan Clopeh terbungkus warna merah.

“Ugh.”

Dia menutupi matanya dengan tangannya sejenak karena cahaya yang membutakannya, dan kemudian perlahan-lahan menurunkan tangannya saat ruangan menjadi sunyi.

Saat itulah Clopeh bisa melihat ruang yang penuh dengan marmer putih.

Tidak ada orang di sekitarnya.

“Aku yang pertama.”

Clopeh menggeledah tubuhnya. Dia punya semua hal yang dia butuhkan, seperti perangkat penyimpanan video sihir otomatis, tongkat suar, dan sebagainya.

(T/N: Kata Koreanya mengatakan bahwa itu adalah tongkat suar (flare stick), tetapi kamu dapat menganggapnya sebagai tongkat pijar (glow stick) juga, seperti yang digunakan dalam konser.)

***

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 754        

>>>            

Chapter 756

===

Daftar Spoiler 


[Spoiler] Trash of the Count’s Family (#754)




Chapter 754: Situasi Seperti Ini Menyenangkan (4)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

iw!WS mencondongkan tubuh ke depan, mengerang sambil memegangi kepalanya. Cale mengejeknya ketika dinding angin yang iw!WS coba buat sekarang telah hancur. Super Rock menganggap Cale yang memukul belakang kepala iw!WS itu luar biasa. Cale mengabaikan ucapan Super Rock sementara iw!WS mengutuk dalam hati. Dia bisa merasakan darah menetes dari bagian belakang kepalanya menuju bagian belakang tubuhnya.

Dia menyadari kalau Cale telah menghindari tanda vitalnya dan hanya memukul kepalanya meskipun kekuatan dalam serangan Cale berakibat fatal. Dia merasa pusing dan pandangannya kabur. Dia juga merasa takut dengan kehadiran Cale. Semua ini membuatnya tidak bisa bergerak dan menggunakan kekuatan kunonya. Tapi satu hal yang jelas baginya. Dia harus menghindari atau melarikan diri dari Cale sekarang, bahkan hanya selama 30 detik atau sampai rasa pusingnya lenyap.

Tapi Cale tahu apa yang dia pikirkan. Cale mencengkeram kerahnya, berbisik, "Kamu mau pergi ke mana?" iw!WS mengutuk ketika dia melihat wajah Cale yang lebih berantakan darinya. Darah merah tua kembali menetes dari mulut Cale. Itu adalah akibat menggunakan banyak kekuatan kuno. iw!WS mencoba mengatakan bahwa Cale tidak memiliki banyak kekuatan, karena cengkeraman Cale di kerahnya melemah. Dia bisa dengan mudah menyingkirkan Cale, tetapi yang jadi masalah adalah CH

CH akan mencari kesempatan untuk menyerangnya, jadi dia berpikir bahwa akan lebih baik untuk membalikkan situasi dengan menyandera Cale. Dia memutuskan untuk melakukan itu, tetapi Cale mengangkat tangannya yang tidak terkepal. Seperti yang dikatakan iw!WS, Cale tidak memiliki banyak kekuatan karena Cale juga merasa pusing dan mual.

Namun.

"Hai."

Cale berdarah seraya tersenyum.

"Ini belum rusak."

Tangan yang tidak memegang kerah. Tangan yang memegang batu kecil itu bergerak di udara sekali lagi.

“AAAK!”

Tangan itu memukul kepala White Star lagi dan kemudian mulai menyerang ke segala arah.

-Ya, Cale! Pukul kepalanya sekali sebelum dia sadar! I-itu benar! A-apa tidak apa-apa kamu terus memukulnya seperti itu?

Cale tidak bisa mendengar suara Super Rock.

Choi Han menatap kosong pada Cale yang terus-menerus memukul White Star yang sempoyongan.

Gedebuk.

Batu-batu merah yang memenuhi langit berjatuhan ke tanah.

Kekuatan Super Rock.

Semuanya terkonsentrasi pada satu batu itu.

Pada saat itu, gerbang terbuka.

Crash– Bang!

Melalui gerbang yang terbuka, para kesatria kerajaan, pasukan penyihir, dan tentara dengan cepat masuk dalam barisan.

Alberu Crossman, yang berdiri di tembok di atas gerbang, melihat ini dan mengalihkan pandangannya dengan senyum cerah ke arah Cale yang berjuang dalam pertarungannya melawan White Star.

“…?”

Dan dia menggosok matanya dengan tangannya untuk sesaat.

"…Hah?"

Di sana ada Cale Henituse yang sedang batuk darah di udara sambil memukuli White Star.

"…Batu?"

Cale Henituse memegang batu kecil yang sedikit lebih besar dari kerikil. White Star saat ini tertegun.

“... B*jingan gila…”

Cale memukul White Star di sana-sini dengan batu dengan cara yang sangat menakjubkan. Alberu bertanya-tanya kapan Cale Henituse memiliki kecepatan seperti itu, jadi dia melihat lebih dekat dan menyadari bahwa Cale bahkan menciptakan angin puyuh untuk mempercepat dirinya.

"Ha."

B*jingan gila itu.

Alberu mengedipkan matanya yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

'Sudah berkurang!'

Petir putih yang menyerang gedung tempat persembahan berada. Petir yang terus menyala dengan kekuatan dahsyat telah berkurang. Mungkin karena White Star sedang diserang, jadi petir itu kehilangan kekuatannya karena dia tidak memperhatikannya.

“…!”

Rosalyn-lah pertama yang menyadari hal ini.

Satu menit. Pada saat itu, petir tiba-tiba berkurang.

'Tuan muda Cale dan Choi Han berhasil!'

Menyadari bahwa mereka berdua telah melakukan sesuatu, dia meluangkan waktu sejenak untuk melihat Cale ketika dia menyerang petir putih yang telah dilemahkan oleh mana merahnya dan mulai berkurang.

"…Hah?"

Dan dia kebingungan.

“...T-Tuan muda?”

Cale batuk darah saat menyerang White Star dalam pertempuran jarak dekat. Tidak, sepertinya Cale memukuli White Star secara acak.

Untuk sesaat, Rosalyn berpikir bahwa beruntung Raon, On, dan Hong ada di dalam perisai dan tidak bisa melihat ke luar.

"Ah!"

Tapi ada urgensi di matanya.

Cale berkata sambil memukul perut White Star dengan tangan memegang batu.

"Kamu! Karena kamu! Kenapa! Kenapa aku harus sangat menderita? Hah?"

Suaranya penuh ketulusan.

“Kehidupan pemalasku! Impianku! Kau mendengarku!"

Aku adalah orang yang bermimpi untuk hidup dengan tenang!

“Dan aku ingin menjaga sekutuku! Tetapi! Apa, kamu ingin menggunakan Raon sebagai persembahan?”

Sekali lagi, Cale mengepalkan tinjunya yang memegang batu dan mengarahkannya ke perut White Star, berkata dengan frustrasi.

"Bagaimana bisa mulut yang mengeluarkan omong kosong seperti itu begitu percaya diri?"

iw!WS mencoba menghentikan Cale menyerang perutnya. Dia berpikir bahwa dia bisa membalikkan situasi ini dalam satu detik. Tapi tubuhnya dikirim terbang oleh yong hitam dari sisinya. Dia menabrak gedung di seberang kuil. Tapi dia tertawa terbahak-bahak, berpikir bahwa dia akhirnya lolos dari b*jingan yang penuh dengan aura dominasi dan rasa takut itu.

CH juga menyadarinya, tetapi saat dia melihat iw!WS mencoba menyerang Cale, mau tidak mau dia menyerang iw!WS. Dengan begitu, iw!WS terbebas dari Cale, dan CH meminta maaf kepada Cale. Tetapi Cale menjawab bahwa arahnya sudah benar. CH berujar 'Apa?' dan Cale menepuk bahu CH seraya tersenyum ringan. Cale memberi tahu CH yang kebingungan bahwa dia melakukan pekerjaan yang baik dengan mengirim iw!WS ke arah yang benar. CH kembali berkata 'Apa?', dan melihat iw!WS berdiri.

Dia juga mendengar suara dari langit yang tenang. Cale berbisik kepada CH untuk menyerang dan menghancurkan kuil sekarang. Cale tersenyum dan iw!WS mengerutkan kening. CH menyadari bahwa suara dari langit bukan dari petir putih tetapi dari petir merah-emas Cale. Cale serius ingin bertarung sampai akhir. Cale berkata kepada CH untuk melakukannya bersama dengannya.

Setelah Cale mengatakan itu, dia jatuh dan CH merasakan energi yang menakutkan dari belakang. Dia kemudian melihat petir merah-emas menyerang lantai lima kuil. Petir membakar dan melelehkan lantai lima. Cage melihatnya dan mengatakan bahwa itu adalah awal yang baru. Momen ini merupakan langkah awal mereka menuju babak baru dan awal dari kemenangan mereka. Dia menjadi yakin akan hal itu. CH mengirim yong hitamnya untuk menghancurkan lantai empat kuil.

Para pendeta yang berada di lantai pertama dan kedua melarikan diri dari kuil sementara berbagai sihir pelindung muncul di lantai empat. Tapi CH merasakan gelombang kuat di belakangnya. CH tertawa terbahak-bahak saat melihat tombak hitam dan ular merah melewatinya. Raon dan Rosalyn-lah yang tidak ingin membiarkan CH merasakan semua hal menyenangkan sendirian.

Sejak petir putih berhenti, Raon keluar dari perisai dan melemparkan tombak hitam yang terbuat dari mana. Rosalyn memutar mana merah yang hendak menyerang petir putih, mengirimkannya ke kuil. Serangan terus menerus mengenai kuil. CH berbalik dan berpikir bahwa dia harus menyelesaikan semuanya sebelum iw!WS melakukan sesuatu.

Dia kemudian melihat Alberu menopang Cale yang sempoyongan. CH menyeringai saat melihat Rosalyn mendekatinya. Raon dan Alberu mengerutkan kening ketika mereka melihat kondisi Cale. Cale nyaris tidak mampu berdiri dan bernapas. Anak-anak kucing gelisah sementara Raon mencoba mengeluarkan pai apel. Tapi Cale mencoba berbicara. Alberu ingin memberi tahu Cale untuk beristirahat dulu, tetapi merasakan kekuatan iw!WS yang marah.

Sayeru melempar Hannah dan berlari menuju kuil yang tanpa penjagaan. Dorph sepertinya akan mengalahkan Lock dan para serigala. Alberu menunggu kata-kata Cale sementara dia memberi isyarat kepada para kesatria dan penyihir untuk meredam kekacauan itu. Raon menyuruh Cale untuk beristirahat dan tidak berbicara. Cale bergumam tanpa daya bahwa iw!WS akan melarikan diri. Alberu mencoba bertanya apa maksud Cale, tetapi Raon mendongakkan kepalanya ke langit.

Raon melihat ke timur laut dan dengan hangat berseru bahwa Goldie-gramps ada di sini. Alberu menoleh ke langit ketika dia tahu bahwa hanya Cale yang bisa memanggil naga tua yang sibuk itu. Tapi tanda tanya muncul di wajahnya. Raon juga terkejut dan berseru bahwa ada naga lain yang belum pernah dilihatnya di belakang Eruhaben.

Di dunia ini, satu-satunya naga yang menjadi sekutu Cale adalah Raon dan Eruhaben. Tidak ada Tuan Muda Perisai Perak, jadi tidak ada Dodori. Tapi Cale mengenal Mila, Rasheel, dan Dodori. Dia tahu di mana ketiganya tinggal dan siapa yang paling cocok untuk mengajak mereka. Alberu menoleh ketika dia mendengar seseorang terkekeh. Cale tertawa dan bahunya bergetar. Alberu bergumam bahwa dia adalah b*jingan yang menakutkan tetapi tersenyum, dan Raon juga tersenyum.

***

 

[Baca Spoiler TCF Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Sumber: https://adarterra.wordpress.com/ 


<<<

Chapter 753        

>>>            

Chapter 755

===

Daftar Spoiler 


Thursday, October 14, 2021

Remarried Empress (#265) / The Second Marriage

 



Chapter 265: Sikap Posesifnya Mulai Muncul Diam-Diam (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Sebuah kontrak resmi diperlukan untuk menjadi selir kaisar.

Pada prinsipnya, hanya kaisar yang dapat menulis kontrak selir ini atas kehendaknya sendiri, tetapi karena ini adalah masalah yang rumit, kasus Christa telah diserahkan ke Dewan Negara.

Tanpa diduga, Heinley setuju dengan begitu mudah untuk membawa kasus Christa ke Dewan Negara.

Mungkinkah karena dia sudah siap?

Bagaimanapun, beberapa bangsawan, pejabat, dan aku menghadiri pertemuan tersebut.

Bahkan Christa. Christa berpakaian rapi dalam balutan warna hitam, seolah-olah dia berada di pemakaman.

Heinley memasang ekspresi cemberut di sampingku, tetapi ketika pertemuan dimulai, dia menjadi sangat tenang sehingga aku tidak bisa membaca ekspresinya.

Para pejabat menunjukkan sikap yang berbeda-beda,

Bahwa Christa harus menjadi selirnya, bahwa masalah ini konyol, bahkan jika ada sesuatu antara Christa dan Heinley, kontrak selir tidak dapat dibuat, dan lain sebagainya

Namun, karena beberapa wanita bangsawan melihat Christa dan Heinley bersama di resepsi pernikahan, sebagian besar tampaknya memercayai Christa.

Meskipun aneh karena Duke Tua Zemensia tetap diam ketika itu menyangkut putrinya, semuanya berjalan seperti yang diharapkan.

Aku tahu seberapa besar situasi ini memengaruhi Heinley, tetapi sepanjang pertemuan dia bersikap seolah-olah dia tidak peduli.

Sungguh menyakitkan bagiku melihatnya seperti ini, tetapi aku memutuskan untuk tidak menghibur Heinley di depan mereka yang hadir.

Masalah ini belum terselesaikan, jika mereka yang hadir melihat aku menghibur Heinley, mereka akan berpikir aku mencoba memprovokasi Christa.

Heinley bersikap seolah dia tidak peduli karena aku telah memintanya sebelumnya. Aku tahu kalau dia benar-benar 'bersikap seolah dia peduli' daripada 'tidak peduli' karena dia tidak berhenti mengacak-acak rambutnya dan menatap mataku.

Bagaimanapun, aku harus menunggu sampai semua orang bersemangat untuk benar-benar membalikkan situasi, jadi aku menunggu bagaikan binatang buas yang akan menyerang. Aku berpikir momen itu adalah saat kritik terhadap Heinley sedang gencar-gencarnya.

Beberapa hari yang lalu, dua dayang Christa memberi tahuku bahwa mereka akan bersaksi.

Ketika aku memberi sinyal, keduanya akan melangkah maju dan memberi tahu semua orang bahwa Christa tidak bersama Heinley pada malam yang dimaksud.

“Mantan raja secara langsung meminta Kaisar Heinley untuk melindungi Christa. Itu bahkan wasiat terakhirnya di ranjang kematiannya, tetapi Kaisar Heinley tidak menghormati saudara iparnya tepat setelah dia menikah!

"Apa yang kamu coba katakan?! Perhatikan kata-katamu, Marquis Ketron!”

"Kalau begitu aku harus mengatakan bahwa itu bukan rasa tidak hormat, melainkan suatu kehormatan?"

Saat aku hendak memberi isyarat, terdengar bahasa asing yang sulit dimengerti.

Itu adalah bahasa Rwibt.

Mendengar bahasa asing yang tiba-tiba, para pejabat yang berdebat dengan keras terdiam pada saat yang sama.

Semua orang menoleh ke arah tempat suara itu berasal.

Saat mereka yang hadir memandang dalam diam, Grand Duke Kapmen perlahan berjalan ke tengah.

Aku menatapnya dengan bingung.

Meskipun aku menggunakan daftar yang dia berikan kepadaku untuk menghubungi dayang Christa, aku tidak memintanya untuk membantuku dalam hal ini.

Tidak disangka bahwa Grand Duke akan muncul sekarang.

Tapi bagian yang mengejutkan dimulai dari sini.

“Saya berusaha untuk tidak ikut campur dalam urusan negara lain sebisa mungkin, tetapi karena ini juga urusan saya, saya harus campur tangan.”

“Apakah itu juga urusan Grand Duke? Apa yang Anda bicarakan?"

Pada titik ini aku menjadi sedikit gugup.

Apakah dia berpikir untuk mengungkapkan seluruh kebenaran?

Tetapi dalam situasi saat ini, kebenaran ini bahkan lebih buruk.

Berbicara tentang 'ramuan cinta' akan merangsang imajinasi mereka yang hadir.

Tanpa sadar, aku juga dengan gugup menunggu kata-katanya.

"Kaisar Heinley bersama saya malam itu."

"!"

Namun, kata-kata Grand Duke Kapmen akurat. Dia hanya memanfaatkan apa yang terjadi.

"Benarkah? Grand Duke Kapmen, bukannya Anda berbohong untuk membuat diri Anda terlihat baik di mata Kaisar?

Marquis Ketron bertanya dengan dingin, tetapi Grand Duke Kapmen sebenarnya berbohong dengan cukup tenang.

“Banyak orang pasti melihat saya meninggalkan ruang dansa bersama Yang Mulia hari itu. Saya tidak tahu apakah Yang Mulia bertemu Christa ketika saya pergi ke tempat lain sebentar, tapi— ”

Grand Duke melirik Christa sebelum melanjutkan,

"Saya kemudian bertemu dengan Yang Mulia lagi untuk membahas perdagangan."

Dia sepertinya telah membaca pikiran Christa dan memutuskan dengan pasti bahwa mereka berpisah setelah beberapa saat.

Fakta bahwa Grand Duke Kapmen meninggalkan ruang dansa bersama Heinley adalah sesuatu yang disaksikan banyak orang. Bahkan mereka yang berada di pihak Christa mengakui bagian ini.

Tentu saja, itu tidak mengubah pendapat mereka tentang apa yang terjadi kemudian antara Heinley dan Christa.

Namun, Grand Duke Kapmen sendiri melangkah maju dan mengklaim bahwa dia telah bersama Heinley sepanjang waktu.

Wajah Christa menjadi gelap sementara dia melihat situasi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dia juga tidak tahu ke mana Heinley pergi setelah pertemuan di antara mereka, jadi dia juga sepertinya bertanya-tanya apakah ini benar.

Astaga. Kalau dipikir-pikir, Grand Duke Kapmen telah bertemu Rashta.

Jika orang pertama yang dia lihat setelah meminum ramuan cinta adalah Rashta, maka Grand Duke Kapmen belum pernah bertemu orang lain sebelumnya.

Keberadaan Grand Duke Kapmen tidak diketahui, jadi dia memanfaatkannya.

Rashta, yang tahu bahwa Grand Duke Kapmen tidak bersama Heinley sepanjang waktu, tidak ada di sini.

Bagaimanapun, itu berjalan dengan baik.

Dengan cepat, aku mengedipkan mata pada dua dayang Christa untuk melangkah maju.

Kedua dayang itu segera berjalan ke tengah. Tapi mereka tidak hanya berdua. Ada tiga dayang lainnya.

Tidak mungkin. Apakah mereka berubah pikiran?

Karena jumlahnya bertambah lebih dari yang diharapkan, aku merasa tidak nyaman.

Meskipun kelimanya adalah dayang yang aku panggil untuk bersaksi ... masih ada kemungkinan bahwa mereka mungkin memilih untuk membela Christa pada saat terakhir.

Saat itu, aku mengepalkan tinjuku dengan gugup.

“Christa kembali lebih awal hari itu.”

Para dayang yang melangkah maju mengatakan apa yang aku tunggu.

'Bagus!' teriakku dalam hati.

“Dia tidak terlihat baik ketika dia kembali ke kamarnya. Dia tidak terlihat seperti seseorang yang akan menikmati pertemuan rahasia.”

"Dia kembali sekitar dua jam kemudian."

"Tapi dia tidak butuh waktu lama untuk kembali, lalu dia tinggal di kamar."

Bahkan tiga dayang lainnya dengan cepat berbicara tentang kejadian hari itu.

McKenna tersenyum dan memberikan pukulan terakhir kepada Marquis Ketron.

“Ketika Christa berada di luar, Yang Mulia sedang bertemu dengan sekretarisnya. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya.”

“…”

Marquis Ketron segera menatap Heinley dengan wajah kesal, tetapi ekspresi Heinley sulit dibaca.

Heinley tetap seperti itu sepanjang pertemuan, alih-alih membela diri.

Ketika tempat itu menjadi sunyi, semua perhatian secara alami beralih ke Christa.

Christa pucat, tetapi masih mengangkat kepalanya dengan bangga.

***

Keesokan harinya di kantor, salah satu asistenku mendekatiku dan memberiku kabar kalau Christa telah pergi ke Compshire.

Aku mengangguk pelan dan melanjutkan apa yang kulakukan.

Aku merasa asistenku menatapku dengan aneh, tapi aku sengaja memasang wajah tidak ekspresif.

Meskipun dalam hati aku menghela napas lega beberapa kali

Taruhan Christa atas skandal ini akhirnya memaksanya untuk pergi, tetapi jika semuanya berjalan sesuai rencana, Heinley-ku akan membawa stigma karena telah merayu kakak iparnya.

Memikirkannya saja membuat hatiku bergetar.

Segera setelah aku bertemu Heinley pada waktu makan malam, aku memeluk lehernya dengan erat.

“Ratuku?”

"… Kamu milikku."

"Hah?"

Aku meletakkan kepalaku di bahunya dan mencium aromanya. Aromanya sangat familier dan menghibur sehingga sedikit menenangkan detak jantungku.

"Ratuku, kamu tidak marah lagi?"

Memanfaatkan kesempatan itu, burung licik itu bertanya sambil tersenyum, untuk mengetahui apakah semuanya baik-baik saja. Bukannya menjawab, aku justru menciumnya.

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 264                

>>>             

Chapter 266

===

Daftar Chapters