Sunday, January 16, 2022

Remarried Empress (#297) / The Second Marriage

 



Chapter 297: Orang Yang Dingin (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Keesokan harinya, dia pergi lebih awal ke markas Perusahaan Jasa Dagang untuk menyapu sendiri lantainya sementara dia mengatur pikirannya yang rumit. Dia biasa melakukan ini ketika kepalanya mulai sakit karena terlalu banyak berpikir.

Seorang karyawan yang mengetahui kebiasaan presiden bertanya dengan heran ketika dia melihatnya seperti ini.

"Presiden, apakah ada sesuatu yang membuatmu khawatir?"

"Hmm. Ini adalah masalah tentang Permaisuri Rashta.”

"Permaisuri Rashta?"

Apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan Permaisuri yang harus kita khawatirkan? Karyawan itu memiringkan kepalanya sambil berpikir. Tiba-tiba, sebuah ingatan muncul di benaknya, "Ah."

"Jangan-jangan, apakah itu terkait dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu?"

"Apa yang kamu bicarakan?"

“Apakah kamu tidak tahu? Ketika presiden pergi, para kesatria Kaisar datang untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan wanita itu.”

"Wanita itu?"

"Ya. Dia bukan Permaisuri saat itu.”

Kata-kata karyawan itu mengarahkan presiden pada kesimpulan yang jelas.

Menarik garis. <TL: memisahkan diri / memutus hubungan dengan Rashta>

Presiden menganggap itu yang paling tepat.

Bahkan jika kesatria kaisar tidak datang karena Permaisuri Rashta, skandal telah timbul satu demi satu tentang permaisuri saat ini yang berusia kurang dari satu tahun. Itu tentu bukan pertanda baik.

Ketika wajah presiden menjadi dingin, karyawan itu menatapnya dengan rasa ingin tahu,

"Presiden…?"

"Aku harus mengirim seseorang ke istana kekaisaran."

"Apa?"

"Aku harus mencari tahu sesuatu."

Setelah mengatakan ini, presiden menyerahkan sapu kepada karyawan itu. Sementara itu, pemuda itu bingung karena diberikan tiba-tiba.

Presiden segera pergi ke kantornya dan memanggil sekretarisnya.

Sekretaris masuk dengan wajah kuyu karena dia kurang tidur, tetapi melihat mata presiden yang cerah, dia menepuk wajahnya sendiri dan bertanya,

"Apa yang Anda inginkan, Presiden."

"Kirim seseorang ke istana kekaisaran untuk melaporkan kalau surat perjanjian hutang lama kita telah dipalsukan."

"Apa?" Sekretaris itu terkejut, “Bukankah itu bohong? Selain itu, apa untungnya bagi kita untuk mengatakan kalau surat perjanjian hutang lama kita telah dipalsukan?”

“Surat perjanjian hutang lama kita tidak digunakan, kan?”

“Itu benar, tapi…”

“Tidak ada masalah karena Kaisar tidak memiliki surat perjanjian hutang lama, meski begitu minta Kaisar untuk mengganti semua surat perjanjian hutang dengan yang baru untuk berjaga-jaga. Hanya butuh satu hari, jadi dia tidak perlu merasa khawatir.”

Ekspresi sang sekretaris berubah bingung. Dia tidak tahu mengapa presiden bertindak begitu aneh.

***

Karena tanggapan dari Whitemond belum diterima, insiden itu diberi label 'penting' dan sedikit bergeser dari daftar prioritas.

Menunggu tanggapan, Heinley mulai menangani apa yang perlu dilakukan saat ini.

Untuk mengetahui apakah negara-negara lain juga merasa terancam oleh Kekaisaran Barat, ia mengirim delegasi dengan surat tulisan tangan secara pribadi ke masing-masing negara, dan mendiskusikan dengan orang-orang kepercayaannya kemungkinan meningkatkan anggaran pertahanan sebagai persiapan untuk hal-hal mendatang.

Ini adalah masalah rumit yang perlu ditangani dengan hati-hati.

Mungkin itu sebabnya Heinley, yang biasa mendekatiku di malam hari dengan energi baru, tertidur hari ini begitu dia berbaring di tempat tidur.

Saat aku melihatnya tidur, aku pelan-pelan meletakkan tanganku di tubuhnya. Saat aku mulai membelai kulitnya yang halus dan mulus, Heinley merengut.

Bahkan kelelahan pun dia terlihat tampan.

Aku merayapi wajahnya setelah ragu-ragu sejenak. Aku mengistirahatkan kepalaku di satu tangan, dan dengan tangan lainnya aku bermain dengan wajahnya.

Tampan, dia menggemaskan. Sangat tampan sampai-sampai dia berbahaya.

Kelopak mata Heinley berkedut saat aku perlahan meniup bulu matanya. Dia mengerutkan kening lagi dan membenamkan wajahnya di bantal.

Menggemaskan sekali!

Aku meletakkan tanganku di rambutnya dan membelainya. Rasanya menyenangkan menyentuhnya dengan jari-jariku. Aku membeku sesaat saat aku mencium dahinya berulang kali karena kupikir aku mungkin telah membangunkannya.

Aku memeriksa pernapasannya dan, untungnya, dia masih tidur nyenyak. Aku merasa lega, jadi aku bermain dengan pipi dan matanya lagi.

Aku merasa bingung menatapnya.

Apakah aku mencintainya? Apakah aku akan mencintainya? Aku mencintainya, tapi aku tidak mau mengakuinya?

Meskipun aku memiliki perasaan terhadap Sovieshu, aku baru menyadarinya sebelum perceraian. Aku terlalu tidak peka dalam hal itu.

Sebelumnya aku tidak pernah berpikir kalau aku tidak peka, tetapi sekarang aku menyadari betapa tidak pekanya aku.

Bagaimana mungkin Heinley mengaku dan bersumpah cinta padaku tanpa rasa takut atau ragu?

Apakah dia tidak takut aku akan meninggalkannya? Bagaimana aku bisa begitu yakin kalau dia mencintaiku?

Saat aku memainkan rambutnya seperti biasa, aku merasakan rasa gatal yang aneh di ujung jariku.

Aku mengelus rambutnya sedikit lebih cepat untuk menghilangkan rasa gatalnya, tapi tetap saja sensasinya tidak hilang.

Apa masalahnya? Itu bukan sekadar gatal karena sakit. Rasanya lebih buruk dari gigitan serangga.

Saat aku akhirnya mencoba melepaskan tanganku dari rambutnya, Heinley tiba-tiba membuka matanya dan membalikkan tubuhnya ke samping dengan ketakutan.

Terdengar bunyi gedebuk saat dia terjatuh dari tempat tidur.

“Heinley?”

Mengapa dia begitu? Aku terkejut. Ketika aku meletakkan tanganku di tempat tidur untuk bangun, aku kehilangan kekuatan di lenganku dan jatuh tertelungkup.

Apa-apaan…?

Lunglai di atas tempat tidur, aku membuka dan menutup mulutku. Aku sangat kebingungan sampai-sampai aku bahkan tidak bisa berbicara.

Saat itu, aku bisa melihat mengapa Heinley tiba-tiba berbalik. Es biru, hampir putih, muncul di tempat tadinya Heinley tidur.

“Heinley?”

Gugup, aku memanggilnya kembali sembari perlahan turun dari tempat tidur. Apa yang sedang terjadi? Tentu saja aku takut karena aku tidak mengerti situasinya.

Apakah seseorang masuk ke kamar tidur kami? Seorang musuh yang tak terlihat hanya membekukan sisi Heinley?

"Aku di sini, Ratu."

Heinley menjawab seraya bangkit berdiri di depanku.

Aku bahkan lebih terkejut melihatnya. Rambutnya tertutup es putih seolah-olah dia telah berguling melintasi tanah bersalju.

*Pat, pat.*

Heinley, yang mengibaskan es dari rambutnya, melihat ke sisi tempat dia tidur dan ke arahku. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.

“Sepertinya tubuhmu perlahan mulai berubah.”

"Tubuhku?"

“Seperti yang aku katakan, mana bisa beredar ke seluruh tubuhmu dengan bantuan tempat tidur ini … dan aku.”

Heinley meraih tanganku, yang dengannya aku membelai rambutnya, dan mengangkatnya dengan hati-hati.

"Maksudmu es itu dibuat olehku?"

"Mungkin saja."

Saat Heinley menyentuh tanganku dengan sangat hati-hati, aku juga memeriksa tanganku.

Gatal dari beberapa saat yang lalu telah hilang, dan sebaliknya ujung jariku cukup dingin. Selain itu, tidak ada yang aneh. Tidak ada es di tanganku, aku juga tidak terlalu kedinginan.

“Bisakah kamu melakukannya lagi?”

Heinley bertanya, melihat tanganku dengan tidak nyaman.

Menggelengkan kepalaku. Aku hanya bermain-main dengan tubuh Heinley saat dia tidur. Aku tidak berpikir untuk melakukan apa pun, aku tidak ingin menyerangnya. Bahkan sekarang, aku tidak tahu apa yang terjadi, jadi melakukannya lagi ...

"Apakah kamu yakin aku melakukannya?"

Ketika aku bertanya lagi, dia langsung menjawab, “Ya.”

"Heinley, bukannya kamu yang melakukannya?"

"Tidak. Sama sekali tidak."

Heinley berbicara dengan tegas dan perlahan melepaskan tanganku. Lalu dia tersenyum dan bergumam,

"Sekarang itu benar-benar nama panggilanmu."

"Nama panggilanku?"

"Permaisuri Es."

“….”

“Bisa juga Permaisuri Besi. Aku senang bukan itu.”

Heinley berbicara dengan nada bercanda, tertawa sambil mengibaskan rambutnya, yang masih memiliki bekas es.

"Agak menakutkan jika rambutmu ditutupi besi ..."

***

Aku sangat senang sampai-sampai aku tidak bisa tidur sedikit pun.

Apakah aku menggunakan sihir? Benarkah? Benarkah?

Itu sangat menakjubkan sampai-sampai aku merasa aneh.

Aku tidak pernah ingin menjadi penyihir. Sekarang karena aku bisa menjadi penyihir, aku jadi terlalu bersemangat.

Bahkan dengan hidangan sarapan di depanku, aku tidak terpancing untuk makan.

“Jika kamu tidak dapat menggunakannya secara normal, itu belum sepenuhnya termanifestasi. Saat ini mana pasti sedang mencari kemampuan yang paling cocok untukmu.”

“Kemampuan yang paling cocok… Apakah itu berarti kemampuan yang paling cocok untukku adalah es? Apa aku orang yang dingin?”

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 296          

>>>             

Chapter 298

===

Daftar Chapters 


Remarried Empress (#296) / The Second Marriage

 



Chapter 296: Orang Yang Dingin (1)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

“Surat perjanjian hutang palsu? Surat perjanjian hutang tim perdaganganku tidak bisa dipalsukan.”

“Inovasi tidak terbatas pada tim perdagangan. Penjahat juga mampu. Bukankah dunia telah menjadi tempat yang benar-benar buruk dan kacau?”

Setelah Danju pergi, Presiden Perusahaan Jasa Dagang itu tertawa pahit, marah, dan skeptis.

'Surat perjanjian hutang palsu? Apakah pencuri berinovasi? Dari mana dia mendapatkan pengalaman surat perjanjian hutang palsu?’

Surat perjanjian hutang adalah kredibilitas tim perdagangan. Semakin sedikit kemungkinan surat perjanjian hutang dapat dipalsukan, semakin dapat diandalkan tim perdagangannya.

Surat perjanjian hutang Perusahaan Jasa Dagang adalah yang terbaik, sampai-sampai secara resmi digunakan oleh Keluarga Kekaisaran Kekaisaran Timur.

Baru-baru ini, reputasi Perusahaan semakin meningkat karena penggunaan surat perjanjian hutang yang dikeluarkan Permaisuri Rashta oleh Perusahaan Jasa Dagang untuk mendistribusikan sumbangan bantuan sosial yang sangat besar.

Bagi presiden Perusahaan Jasa Dagang itu, kemungkinan surat perjanjian hutang dapat dipalsukan sama sekali tidak dapat diterima.

Dia adalah pria yang sangat berhati-hati. Bahkan mantan permaisuri, yang telah dia temui beberapa kali, mengagumi kalau dia bekerja sangat keras untuk berada di posisi tim perdagangan terbaik. Dia dengan cermat memeriksa semua hal yang membuatnya khawatir.

Presiden Perusahaan Jasa Dagang itu tidak bisa menghilangkan kecemasannya dan memerintahkan sekretarisnya larut malam,

"Bawalah pembukuan dan surat perjanjian hutang tahun lalu."

Sekretarisnya kembali tak lama kemudian,

“Ini dia.”

“Tuangkan aku secangkir kopi kental.”

Setelah menyalakan mejanya dengan lampu minyak dan memakai kacamatanya, presiden mulai memeriksa dengan cermat tanggal penerbitan surat perjanjian hutang, keaslian surat perjanjian hutang yang dikembalikan, pengguna surat perjanjian hutang, dan sebagainya.

Tidak ada yang salah. Dari surat perjanjian hutang yang digunakan oleh Countess Reygess hingga yang baru-baru ini digunakan oleh Lord Vallois.

Bahkan surat perjanjian hutang terbesar oleh Permaisuri Rashta…

'Hmm?'

Presiden mengerutkan kening dan mencondongkan tubuh sedikit lebih dekat ke buku rekening itu. Dia mengobrak-abrik semua buku rekening, catatan, dan ingatannya. Itu aneh. Itu sangat aneh. Tidak ada surat perjanjian hutang yang dikeluarkan untuk Permaisuri Rashta dalam setahun terakhir ini.

Tidak mungkin sebuah surat perjanjian hutang diterbitkan lebih dari setahun yang lalu. Saat itu, dia bahkan belum muncul di masyarakat kelas atas dan hidup sebagai 'orang biasa' belaka.

Selain itu, Permaisuri Rashta menggunakan surat perjanjian hutang dari Keluarga Kekaisaran.

‘Aneh sekali ...'

Presiden mengetuk sandaran tangan kursinya dengan tidak sabaran. Meskipun surat perjanjian hutang ini belum diterbitkan, ada catatan penggunaannya.

Pada saat itu, penanggung jawab tampaknya hanya memeriksa keaslian surat perjanjian hutang itu. Tapi selain poin itu, jelas ada sesuatu yang salah.

Presiden memanggil sekretarisnya lagi dan memerintahkannya,

"Bawakan laporan rinci tentang surat perjanjian hutang yang diterbitkan serta surat perjanjian hutang yang dikembalikan setahun terakhir ini."

"Semuanya?"

"Ya."

“Aku perlu naik ke lantai paling atas… jadi aku butuh sedikit waktu, presiden. Sudah larut, bukankah lebih baik memeriksanya besok? Aku akan membawakannya ke kantormu besok pagi.”

“Tidak, aku harus memeriksanya sekarang juga. Aku pikir aku tidak akan bisa tidur jika tidak melakukannya sekarang.”

Karena suara berat sang presiden, wajah sekretaris itu menjadi suram seraya bertanya-tanya apakah sesuatu yang serius telah terjadi.

Sekretaris itu muncul dengan sebuah kotak besar setelah sekitar satu jam.

Presiden segera mencabut laporan surat perjanjian hutang yang dikeluarkan dan mengonfirmasi kecurigaannya. Di sini juga tidak ada catatan tentang penerbitan surat perjanjian hutang ini.

Kemudian dia mengeluarkan surat perjanjian hutang yang dikembalikan setelah digunakan, dan mengganti kacamata bacanya dengan yang khusus.

Dengan kacamata ini dia bisa membedakan surat perjanjian hutang Permaisuri Rashta. Perusahaan Jasa Dagang memberi tanda khusus pada surat perjanjian hutang yang dikeluarkan untuk Kaisar dan Permaisuri.

Hanya dengan mengamati surat perjanjian hutang yang dikeluarkan oleh Keluarga Kekaisaran, seseorang dapat mengetahui lebih awal di mana dia harus berinvestasi, apa yang akan berhasil, apa yang akan gagal, dan seterusnya… jadi itu adalah metode yang mudah digunakan oleh Perusahaan Jasa Dagang secara rahasia.

"Hahhh."

Sebuah desahan berat keluar dari mulut sang presiden.

Seperti yang dia duga, Perusahaan Jasa Dagang tidak mengeluarkan surat perjanjian hutang kepada Keluarga Kekaisaran tahun lalu.

Jadi, ada dua kemungkinan.

Sumbangan besar yang membuat orang-orang memuji Permaisuri Rashta sebenarnya adalah uang yang diberikan oleh Kaisar atau dia telah menggunakan surat perjanjian hutang dari mantan Permaisuri.

‘Manapun yang benar, itu mengecewakan.’

Jika itu yang pertama, rasanya menggelikan melihat dia berperilaku sebagai orang baik yang mengambil keuntungan dari kaisar, dan jika itu adalah yang kedua, menggunakan uang mantan permaisuri adalah perbuatan yang benar-benar jahat.

Presiden, yang berharap Rashta benar-benar menjadi secercah cahaya bagi rakyat jelata, sangat kecewa.

Namun, kekecewaannya itu bukanlah masalah sebenarnya.

Presiden turun ke ruang tamu dan mengambil koran kusut yang ada di depan perapian. Dia ingat kalau koran ini telah dibaca pagi ini oleh menantu perempuannya dan dia berkata kepadanya,

“Ayah, apakah kamu sudah membaca ini? Jurnalis Joanson pasti bertengkar hebat dengan Permaisuri Rashta. Dia telah menyerangnya lagi. Bukankah jurnalis ini biasanya hanya menulis artikel yang memuji Permaisuri?”

Pada saat itu, dia tidak terlalu memerhatikannya karena dia sedang bermain dengan cucu-cucunya.

'Ini dia.'

Presiden, yang menemukan artikel yang ditulis oleh Joanson, kembali ke kamarnya dengan koran di tangannya dan membukanya di bawah cahaya lampu.

Setelah membaca artikel itu dengan cermat dengan kacamatanya, kekhawatirannya semakin jelas.

Jurnalis Joanson, yang tidak menyangka akan menulis artikel tentang pertemuan para bangsawan, menceritakan kalau Permaisuri Rashta hanya bertemu dengan bangsawan untuk bermain-main, dan mengakhirinya dengan ini.

— Apakah menakutkan melihat ke bawah dari atas? Mereka yang telah menaiki tangga status tampaknya tidak memiliki niat untuk melihat ke bawah.

'Sebelumnya dia menulis dalam sebuah artikel kalau Permaisuri Rashta menjebak pelayannya untuk mengganti mereka ...'

Rashta, yang telah menjadi permaisuri di tengah sorak-sorai rakyat jelata, dalam waktu kurang dari setahun sebagai permaisuri telah membintangi segala macam skandal.

Tampaknya jurnalis itu masih tidak tahu apa-apa tentang surat perjanjian hutang ini... Bagaimana jika surat perjanjian hutang yang digunakan oleh Permaisuri Rashta bukan milik Kaisar, tetapi benar-benar milik mantan Permaisuri? Bagaimana jika mantan Permaisuri meminta kembali surat perjanjian hutang yang dia tinggalkan, atau jika seseorang yang dekat dengan mantan Permaisuri menyadari hal ini?

Bahkan jika dia tutup mulut, dia tidak tahu ke mana masalah surat perjanjian hutang akan meledak.

‘Ini mengkhawatirkan.’

Permaisuri Rashta telah mendistribusikan sumbangan besar melalui Perusahaan Jasa Dagang, dan keduanya menerima pujian yang tinggi.

Saat ini hal itu bermanfaat bagi Perusahaan Jasa Dagang, tetapi jika Permaisuri Rashta jatuh, Perusahaan Jasa Dagang akan mengalami nasib yang sama.

‘Aku harus mengambil tindakan lebih dulu untuk memutus hubungan kami.’

Presiden mulai berpikir dengan cara yang benar-benar penuh perhitungan.

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 295          

>>>             

Chapter 297

===

Daftar Chapters 


Thursday, January 13, 2022

Remarried Empress (#295) / The Second Marriage

 



Chapter 295: Yang Penting Adalah Dia Menyukainya (2)

Penerjemah: Shira Ulwiya

 

Sesuatu yang disiapkan sebelumnya adalah yang paling baik.

Begitu juga dengan ulang tahun Heinley. Memang masih beberapa bulan lagi, tetapi aku mulai memikirkan hadiahnya.

Heinley bersikeras untuk mandi bersama, tetapi itu tidak mungkin.

Di pesta teh, para bangsawan pasti akan bertanya kepadaku, 'Hadiah apa yang Anda siapkan untuk Yang Mulia?'

'Aku akan mandi dengan Yang Mulia. Aku akan menjadi hadiahnya, basah dan tertutup gelembung.’ Aku tidak bisa menjawab begitu, kan?

Hanya dengan memikirkannya saja itu sudah sangat senonoh.

Aku tidak asal tebak. Para bangsawan ingin menghindari memberikan hadiah yang sama denganku, jadi mereka pasti akan menanyakan ini padaku.

Aku benar-benar membutuhkan hadiah yang dapat aku bicarakan dengan percaya diri ketika seseorang bertanya kepadaku hadiah apa yang telah aku siapkan untuk Heinley…

Hadiah yang asli, hadiah yang bisa aku ceritakan kepada orang lain… Kira-kira apa ya?

Setelah berpikir lama, akhirnya aku memutuskan.

Kue. Buatkan dia kue ulang tahun.

Ketika aku membuatkan telur dadar untuknya, Heinley sangat senang.

Aku tidak akan memberinya sekadar kue sebagai hadiah, tetapi aku tahu dia akan sangat senang jika aku menambahkan kue ke hadiahnya.

Memikirkan ekspresi cerianya saja membuatku merasa senang. Aku mengusap dadaku dengan satu tangan saat aku mencoba menenangkan jantungku yang berdebar kencang.

Setelah aku mengambil keputusan, aku tahu dengan jelas apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

Meminta bantuan ibuku. Aku akan membuatkan kue untuknya dengan gaya Kekaisaran Timur, gaya Keluarga Troby.

Ketika ayahku, saudara laki-lakiku dan aku berulang tahun, ibuku akan memanggang kue untuk kami potong di pagi hari.

Itu sangatlah aneh. Ibuku tidak suka memasak, tetapi dia selalu membuat kue untuk ulang tahun kami, dan itu sangat lezat. Aku ingin Heinley mencobanya juga.

Kebetulan, ibuku masih bersamaku di istana kekaisaran. Bukankah itu bagus? Jadi aku segera pergi ke ibuku dan meminta resep kue.

“Resep kue?”

Mata ibuku sedikit melebar mendengar permintaanku, seolah-olah dia tidak tahu mengapa aku menginginkan ini. Tak lama kemudian, ibuku tersenyum lebar.

"Kamu tidak suka memasak, Navier."

“Ini untuk ulang tahun Heinley, ibu. Aku ingin itu menjadi kenangan khusus seperti halnya bagi kami.”

“Heinley sangat mencintaimu. Dia tidak ingin kamu memasak untuknya jika kamu tidak menyukainya.”

“Ibu, Heinley kan tidak tahu. Lagipula, bukannya aku tidak suka memasak.”

Aku hanya memilih untuk tidak melakukannya.

Ibuku memasang ekspresi acuh tak acuh mendengar kata-kataku.

"Yah. Aku tidak tahu apakah kamu perlu melakukan itu.”

Tapi setelah aku berulang kali menanyakan resep kue spesialnya, dia akhirnya mengalah, mengeluarkan secarik kertas dan menulis sesuatu dengan detail.

"Selesai. Lakukan saja apa yang tertulis di sini.”

Bahan-bahan dan langkah-langkah yang harus diikuti tertulis di atas kertas.

"Terima kasih."

Setelah berterima kasih kepada ibuku beberapa kali, aku meminjam dapur Heinley, dan berlatih membuat kue.

Aku mengocok campuran itu sampai lenganku kelelahan dan kemudian membuat krim kocok.

Namun, kue yang sudah jadi rasanya sangat berbeda dari kue ibuku.

Aku mencoba beberapa kali lagi, tetapi hasilnya tetap sama.

Akhirnya, aku kembali ke ibuku untuk memintanya membuatnya.

“Ibu, rasa kuenya tidak sama seperti milikmu.”

"Apakah kamu melakukannya persis seperti yang aku tulis?"

"Aku mengikuti langkah-langkah dan bahan-bahannya dengan sama persis, tetapi rasanya benar-benar berbeda.

“…”

Aku mengembalikan resep yang dia berikan kepadaku dan bertanya,

"Ibu, bisakah kamu menunjukkan padaku cara membuatnya?"

Ibuku melihat resep yang kuberikan kembali padanya dengan ekspresi dingin. Dia tampak seperti akan membuka mulutnya dan berkata, 'Kamu bahkan tidak bisa membuat ini...?'

Tapi tidak peduli berapa lama aku menunggu, ibuku tetap diam.

"Ibu?"

Ketika aku memanggilnya karena aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ibuku menghela napas dan mengaku.

“Sebenarnya, kue itu dibuat oleh koki.”

Apa?

Kata-katanya sangat mengejutkan sehingga aku pikir aku salah dengar.

Siapa yang membuat kue itu? Si koki?

"Bu, ibu tidak membuat kue itu untuk ulang tahun kami ..."

"Tidak, koki yang membuatnya."

Aku menatap ibuku kebingungan. Ibuku masih memiliki ekspresi kosong, tetapi dia tidak menatap mataku. Kemudian dia menoleh ke samping, dan bertanya padaku seolah-olah itu normal,

"Navier, kamu ingin melihat Yang Mulia dengan senang hati memakan 'kuemu sendiri', kan?"

"Ya, bu."

“Cari kue yang lezat dan bilang kamu membuatnya sendiri. Itu yang harus kamu lakukan.”

“…”

"Coba pikirkan. Makan kue hambar yang dibuat olehmu, atau makan kue lezat yang menurutnya dibuat olehmu. Apa yang akan membuat Yang Mulia lebih bahagia?”

Pada akhirnya, ibuku tersenyum dan menepuk punggungku, mengatakan kalau aku harus merahasiakannya dari ayahku.

***

Sementara Navier dikejutkan oleh kebenaran yang baru dia ketahui, Tim Bizzarri tiba di ibu kota Kekaisaran Timur setelah berangkat beberapa hari sebelumnya dari Kekaisaran Barat.

Pirence Danju dari Tim Bizzarri, memasuki markas Perusahaan Jasa Dagang.

"Selamat datang!"

Orang-orang dari Perusahaan Jasa Dagang, yang telah dia hubungi sebelumnya, menyambutnya dengan sopan.

Tetapi mereka tampaknya tidak melakukannya untuk menghormati Tim Bizarri; sebaliknya, mereka menyambutnya dengan kesopanan yang berlebihan untuk menunjukkan kehebatan Perusahaan Jasa Dagang.

Setidaknya itulah yang dirasakan Pirence Danju.

“Haha, terima kasih atas keramahannya!”

Namun, meski merasa tidak nyaman, Pirence Danju tidak menunjukkannya sama sekali. Sebaliknya, dia meninggikan suaranya dan tertawa seolah dia sangat bahagia.

Biasanya, dia akan berkata dengan nada sarkasme, 'Mengapa kalian tidak bersikap normal?', tetapi hari ini dia punya sesuatu yang penting untuk dilakukan.

Itu adalah permintaan rahasia.

Sebenarnya permintaan itu sendiri tidak terlalu sulit, tapi dia gugup karena itu dari Permaisuri Navier.

"Presiden sedang menunggumu di ruang tamu."

Saat dia melihat ke dalam, sekretaris Presiden Perusahaan Jasa Dagang mendekat dan dengan ramah membimbingnya masuk.

Ketika dia memasuki ruang tamu, dia melihat Presiden Perusahaan Jasa Dagang duduk di meja dengan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk rapat tergeletak di atasnya.

Keduanya bertukar salam dan sedikit berbasa-basi.

Tak lama setelah itu, mereka membahas sejumlah masalah dengan tujuan mencapai kesepakatan pada pertemuan ini.

Menjelang akhir, Presiden Perusahaan Jasa Dagang dari Kekaisaran Timur memberinya surat perjanjian hutang dengan imbalan pembelian permata khusus dari Kekaisaran Barat.

"Hmm…"

Pirence Danju menerima surat perjanjian hutang itu, dan memeriksanya dengan cermat. Itu untuk memverifikasi keasliannya.

Dia biasanya bersikap seperti ini, jadi Presiden Perusahaan Jasa Dagang menyesap minumannya sedikit, meskipun dia tersinggung.

Namun, seiring berjalannya waktu perilakunya ternyata berbeda dari biasanya. Danju memeriksa surat perjanjian hutang itu lebih lama dibanding biasanya.

"Apakah ada masalah?"

Presiden Perusahaan Jasa Dagang bertanya, kesal.

"Ah, maaf."

Danju merasa waktunya tepat, jadi dia segera melakukan apa yang diminta Permaisuri Navier.

“Aku harap kamu tidak tersinggung. Aku melakukan ini karena belakangan ini aku mendengar banyak kasus surat perjanjian hutang palsu.”

***

[Baca Remarried Empress Bahasa Indonesia di https://shiraulwiya.blogspot.com/]

Diterjemahkan dari https://novelutopia.com/ 


<<<

Chapter 294         

>>>             

Chapter 296

===

Daftar Chapters